Jumat, 30 Oktober 2015

strategi pembelajaran ips mi:pendekatan dan metode

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam Kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi yang dimiliki peserta didik agar mereka dapat memiliki kompetensi yang diharapkan melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan; sikap / attitude, pengetahuan / knowledge, dan keterampilan / skill. Karena itu, dibutuhkan suatu pendekatan, strategi, dan juga metode pembelajaran untuk mengoptimalkan proses dan hasil pembelajarannya.
            Ilmu pengetahuan sosial merupakann integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial. Kurikulum pendidikan IPS tahun 1994 sebagaimana yang dikatakan oeh Hamid Hasan, merupakan fusi dari disiplin ilmu. Martoella mengatakan bahwa pembelajaran pendidikan IPS lebih menekankan pada aspek pendidikan dari pada transfer konsep, karena dalam pembelajaran pendidikan IPS mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih niai, sikap, moral, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan IPS harus diformulasikan pada aspek pendidikan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Pendekatan, Strategi, dan Metode dalam Pembelajaran IPS MI?
2.      Pendekatan apa saja yang digunakan dalam Pembelajaran IPS MI?
3.      Apasaja macam-macam Strategi Pembelajaran IPS MI?
4.      Metode apa yang digunakan dalam Pembelajaran IPS MI?
C.     Tujuan
1.      Memahami arti dari Strategi Pembelajaran IPS MI
2.      Mengetahui pendekatan pembelajaran IPS MI
3.      Mengetahui macam-macam Strategi Pembelajaran IPS MI
4.      Metahui metode yang digunakan pada strategi pembelajaran IPS MI
                                                                                   



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Strategi Pembelajaran IPS MI
Belajar merupakan proses yang disengaja untuk mengubah tingkah laku ke arah yang lebih baik. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indoesia (KBBI), pengertian pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian masalah pengamatan. Adapun pengertian pendekatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:
1.      Perspektif (sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai landasan dalam memilih model, metode, dan teknik pembelajaran.
2.      Suatu proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan bahan pelajaran.
3.      Sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.[1]
Pendekatan dalam pembelajaran IPS MI merupakan dasar-dasar dalam melaksanakan proses belajar-mengajar matapelajaran IPS di MI. Pendekatan ini akan mengacu pada pembelajaran IPS sebagai pendidikan global yang mengitregasikan beberapa mata pelajaran.
Pengertian strategi pembelajaran menurut beberapa ahli:
1.      Menurut Kemp (Wina Senjaya: 2008) Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2.      Menurut Kosasih Djahiri dan Somara ( 1980:10 ) , strategi belajar mengajar adalah perencanaan pengajaran dari seorang guru tentang cara pengajaran akan dibawakannya. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Raka Joni yang berpendapat bahwa yang dimaksud strategi belajar mengajar adalah pola umum perbuatan guru didalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar.[2]
Kesimpulan yang dapat di ambil dari pengertian strategi pembelajaran di atas yaitu Strategi pembelajaran dalam IPS MI diartikan sebagai cara-cara membawakan pengajaran IPS agar segala prinsip dasar serta sasaran pengajaran IPS dapat terlakasana dan tercapai secara baik.
Menurut Newman mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha yaitu:
1.      Menetapkan spesifikasi dan qualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik
2.      Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif
3.      Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan tehnik pembelajaran
4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan
Pembelajaran IPS MI ditekankan pada ketrampilan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. IPS  lebih bersifat semi berperikehidupan dari pada ilmunya. IPS memiliki nilai pembelajaran praktis, yang harus membina individu kreatif, demokratis dan penuh tanggung jawab, serta sekaligus memiliki beban pembinaan budaya serta kehidupan yang baik, harmonis dan dinamis. Pendidikan IPS harus sadar bahwa peserta didiklah, yang kelak akan menerapkan segala isi pembelajaran IPS dan kehidupan sosial hari esok akan berbeda dengan hari ini.[3]
Sedangkan Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh guru/ siswa dalam memperoleh informasi yag berupa fakta, data, dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi pembelajaran.[4]
Dalam suatu proses pembelajaran, erat kaitannya antara pendekatan, strategi, metode, dan juga media yang digunakan untuk mencapi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.  Oleh karena itu, seorang guru harus berpandai-pandai memilih dan memilah metode, srtategi dan pendekatan dalam penerapannya saat pembelajaran. Selain itu, ada banyak jenis strategi dan metode pembelajaran, sehingga guru harus berkreatifitas untuk mengkombinasikannya agar proses pembelajaran tidak terkesan membosankan. Karena pada hakikatnya, setiap metode dan strategi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing
B.     Pendekatan dalam Pembelajaran IPS MI
Sebagai implementasi Kurikulum 2013, dalam suatu proses pembelajaran menggunakan “pendekatan saintifik”, yaitu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan  mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung informasi searah dari guru.[5]
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.        Berpusat pada siswa
2.        Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip.
3.        Melibatkan prosses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya  keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa.
4.        Dapat mengembangkan karakter siswa.
Adapun tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut, yaitu:
1.        Untuk meningkatkan kemampuan intelak, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
2.        Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
3.        Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
4.        Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
5.        Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide.
6.        Untuk mengembangkan karakter siswa.
Beberapa prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.        Pembelajaran berpusat pada siswa.
2.        Pembelajaran membentuk students self concept.
3.        Pembelajaran terhindar dari verbalisme.
4.        Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip.
5.        Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa.
6.        Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru.
7.        Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam berkomunikasi.
8.        Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.
Langkah-langkah pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 meliputi: menggali informasi melalui observing / pengamatan, questioning / bertanya, experimenting / percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, associating / menalar, kemudian menyimpulkan, dan menciptakan serta membentuk jaringan / networking.[6]
Kegiatan
Aktivitas Belajar
Mengamati (observing)
Melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak (tanpa dan dengan alat).
Menanya (questionig)
Mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai yang bersifat hipotesis; diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (menjadi suatu kebiasaan).
Pengumpulan data (experimenting)
Menentukan data yang diperlukan dari pertanyaan yang diajukan, menentukan sumber data (benda, dokumen, buku, eksperimen), mengumpulkan data.
Mengasosiasi (associating)
Menganalisis data dalam bentuk kategori, menentukan hubungan data / kategori, mengumpulkan dari hasil analisis data.
Mengomunikasikan
Menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar atau media lainnya.

C.     Strategi Pembelajaran IPS MI
            Strategi hampir sama dengan taktik, siasat atau politik. Strategi adalah suatu penataan potensi dan sumber daya agar dapat efisien memperoleh hasil suatu rancangan. Strategi menggambarkan komponen umum materi pembelajaran dan  prosedur  yang digunakan dalam mencapai hasil belajar.  
            Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS MI, yaitu:
1.      Strategi Urutan Penyampaian Suksesif
Jika guru harus menyampaikan materi pembelajaran lebih dari satu, maka menurut strategi urutan penyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam kemudian secara berututan menyajikan materiberikutnya secara mendalam pula. Contoh yang sama, misalnya guru akan mengajarkan materi nasionalisme. Pertama-tama guru menyajikan pengertian nasionalisme, setelah pengertian disajikan secara mendalam, baru kemudian menyajikan contoh-contoh perilaku yang bersifat nasionalisme.
2.      Strategi Penyampaian Fakta
 Jika guru harus menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta, strategi yang tepat untuk mengajarkan materi tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan atau gambar. Kemudian berikan bantuan kepada siswa untk menghafal. Bantuan diberikan dalam bentuk penyampaian secara bermakna, menggunakan jembatan ingatan, jembatan keledai, dan asosiasi berpasangan.
3.      Strategi Penyampaian Konsep
Materi pembelajaran jenis konsep adalah materi berupa definisi, atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa paham dapat menunjukkan cirri-ciri, unsure, membedakan, membandingkan, dan sebagainya. Langkah-langkah mengajarkan konsep:
a.       Menyajikan konsep
b.      Pemberian bantuan
c.       Pemberian latihan
d.      Pemberian umpan balik
e.       Pemberian tes
f.       Strategi Penyampaian Materi Pembelajaran Prinsip
Yang termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus, hukum, dan teori.
Langkah-langkah mengajarkan atau menyampaikan materi pembelajaran jenis prinsip adalah: (a) sajikan prinsip oleh siswa hasil penelusuran di perpustakaan lewat penugasan, (b) berikan bantuan berupacontoh penerapan prinsip dalam kehidupan sehari-hari, (c) berikan soal-soal latihan, (d) berikan umpan balik, dan (e) berikan tes atau penilaian praktek.
4.      Strategi penyampaian prosedur
Tujuan mempelajari prosedur adalah agar siswa dapat melakukan atau mempraktikkan prosedur tersebut, bukan sekedar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran jenis prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut.
Langkah-langkah mengerjakan prosedur meliputi:
a.         Menyajikan prosedur
b.      Pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara melaksanakan prosedur.
c.       Memberikan latihan (praktik)
d.      Memberikan umpan balik
e.       Memberikan tes.
5.      Strategi Mengajarkan/Menyampaikan Materi Aspek Sikap (Afektif)
Termasuk materi pembelajaran aspek sikap (afektif) adalah pemebrian respon, penerimaan suatu nilai, internalisasi, dan penilaian.[7]
6.      Strategi pembelajaran inkuiri
Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Strategi pembelajaran inkuiri menekankan pada proses mencari dan menemukan. Materi tidak diberikan secara langsung. Peran peserta didik dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan  guru berperan sebagai  fasilitator dan pembimbing peserta untuk belajar.
7.      Strategi pembelajaran ekspositori
Merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta didik dapat menguasai materi secara opotimal. Dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Peserta didik tidak dituntut untuk menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan-akan sudah jadi. Karena strategi ekspositori lebih menekankan pada proses bertutur, maka sering juga disebut strategi “chalk and talk”.[8]
Sedangkan Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran, yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Intruction) merupakan strategi pembelajaran yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut intructional effect. Strategi pembelajaran tidak langsung (Indirect Intruction) merupakan proses pembelajaran yang berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Dalam hal ini, peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resorce person).[9]
D.    Kelemahan dan Keunggulan tiap-tiap Strategi Pembelajaran IPS MI
Penekanan strategi pembelajaran IPS MI Sesungguhnya tidak pada bidang teoritis, melainkan pada bidang praktis dalam mengkaji atau mempelajari gejala dan masalah sosial masyarakat. Dengan demikian strategi pembelajaran yang diterapkan senantiasa terdapat kelemahan dan keunggulan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.
Perbandingan strategi pembelajaran[10]
Pembelajaran IPS dengan cara lama
Pembelajaran IPS dengan cara baru
1.      Guru menggunakan kelas satu-satunya tempat belajar anak.
Kelemahan: membosankan, tidak memunculkan kreativitas, kurang semangat dll.
Keunggulan: tidak memerlukan banyak biaya, fasilitas bisa lebih sedikit dll.
1.      Guru menggunakan tempat belajar bervariasi di dalam dan di luar kelas.
Kelemahan: biaya mahal, fasilitas harus lebih banyak, dll.
Keunggulan: memunculkan kreativitas, tidak cepat bosan, bersemangat dll.
2.      Guru lebih banyak memakai metode ceramah.
Kelemahan: membosankan, daya ingat yang terbatas pada anak, melelahkan dll.
Keunggulan: semua materi bisa tersampaikan, sesuai untuk jumlah peserta didik yang banyak dll
2.      guru mengajar dengan memakai berbagai metode yang menunjang anak aktif dan kreatif.
Kelemahan: menuntut fasilitas yang lebih banyak, persiapan mengajar lebih rumit, dll
Keunggulan: tidak menimbulkan kejenuhan, selalu muncul gagasan baru dll.
3.      Guru memberikan pelayanan bantuan dan bimbingan kepada anak disamaratakan.
Kelemahan: tidak efektif dalam menyelesaikan masalah, menimbulkan kesalahpahaman dll.
3.      Guru memberikan pelayanan bantuan dan bimbingan kepada anak berdasarkan perseorangan.
Kelemahan: merepotkan, membutuhkan waktu yang banyak dll.
Keunggulan: masalah terselesaikan dengan efektif, menimbulkan kepercayaan diri dll.

E.     Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran IPS MI
            Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada dasarnya merupakan pemilihan dan penetapan strategi pembelajaran yang optimal guna mencapai perolehan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Reigeluth, 1983). Dalam kaitan ini, strategi penyampaian pembelajaran yang tepat merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Degeng (1994) mengatakan bahwa dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran banyak variabel yang menentukan kualitas pembelajaran, dan variabel-variabel tersebut hendaknya dijadikan pijakan.
            Tujuan pembelajaran tidak dapat dimanipulasi, karena sudah ditetapkan dalam kurikulum. Demikian halnya dengan karakteristik isi pelajaran dan keterbatasan sumber-sumber belajar siswa. Pernyataan diatas didukung oleh Dick dan Carey (1985) yang menyatakan bahwa dalam merancang pembelajaran, karakteristik perilaku pembelajar dan bahan ajar perlu di perhatikan.
            Dalam perancangan pembelajaran perlu dilakukan analisis karakteristik bidang studi yang mencakup analisis tipe bidang studi dan struktur isi bidang studi.
Strategi disini adalah perencanaan pengajaran dari seorang pendidik tentang cara pengajaran yang akan dilaksanakan. Strategi belajar mengajar yang perlu diperhatikan seorang guru  adalah:
1.      bagaimana perencanaan pengajaran seharusnya direncanakan secara baik
2.      proses belajar mengajar kelak berlangsung dengan baik dan berhasil baik.
            Merencanakan suatu strategi belajar mengajar haruslah berindikasikan kepada:
1.      falsafah belajar mengajar, yang dianut pendidik ata kurikulum tersebut.
2.      kecocokan dengan identitas atau karakter, pendekatan serta sasaran bidang studi yang bersangkutan adalah IPS
3.      kriteria umum validitas dan reliabilitas program pengajaran
4.      kemampuan untuk menerapkan strategi (dilihat dari segi kemampuan guru maupun siswa serta kondisi tempat).
            Di dalam strategi belajar mengajar IPS hendaknya diperhatikan segi program atau bahan pelajaran yang mencakup:
1.      Topik, jenis konsepsi atau isi pelajaran dari bahan uraian lainnya hendaknya dapat memenuhi kebutuhan, minat, kemampuan, persoalan dan prospek hidup siswa dan bersifat multi dimensionnal.
2.      Pembelajaran IPS hendaknya berorientasi kepada kehidupan nyata serta lingkungan kehidupan siswa yaitu struktur ilmu sosial yang dipadukan dengan konsep pelajaran dan bahan lainnya.
3.      Didalam program pembelajaran harus terbuka kesempatan untuk menggunakan multi media pengajaran ataupun dalam kegiatan siswa maupun guru dapat dilakukan didalam maupun diluar kelas, sekolah atau madrasah.
4.      Program pembelajaran hendaknya membuka kesempatan untuk mengembangkan lebih lanjut baik oleh peserta didik maupun pendidik bersama peserta didik, baik konsep maupun kegiatannya.
5.      Program hendaknya cukup jelas dan dalam jangkauan peserta didik.
               segi peserta didik
1.      Peserta didik mempunyai kesempatan untuk menampilkan keberanian dan minat mengemukakan pendapat atau pikiran serta masalahnya sebeleum, selama, maupun setelah pelajaran. Dapat mendorong minat belajar, motivasi mempelajari program pembelajaran serta adanya rasa penasaran.
2.      Peserta didik dapat menggunakan cara-cara belajar menurut kemampuan serta menurut kebiasaannya sesuai dengan pendekatan multi media.
3.      Peserta didik tidak merasa adanya suasana paksaan, tekanan dan ketakutan.
Oleh karena itu pendidik dalam merencanakan pembelajaran hendaknya peserta didik dapat turut aktif sebagai subyek maupun obyek pelajaran dalam suasana yang demokratif dan kreatif.
               Segi pendidik
Guru dalam merencanakan program pembelajaran hendaknya:
1.      Berusaha untuk memberikan dorongan belajar dan berprestasi
2.      Menerapkan prinsip “pendidik inquiri dan program”
3.      Mempunyai kemampuan dalammenggunakan berbagai jenis variasi mengajar.[11]
F.      Metode pembelajaran IPS MI
            Guru perlu memberikan pengajaran secara menarik agar siswa / peserta didik bergairah untuk menjalankan proses belajarnya. Untuk itu, guru perlu menggunakan metode pengajaran yang variatif dan sesuai kebutuhan, sehingga proses pembelajaran tidak berjalan kaku, searah dan membosankan.
            Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Berikut beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran agar pencapaian ketuntasan belajar lebih efektif dan efisien.
1.      Metode ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ceramah merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori. Metode ini senantiasa bagus bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun peserta didik. Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam prosese pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah. Sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar.
2.      Metode demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu peserta didik untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.
Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran peserta didik hanya sekedar memperhatikan., akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret.
3.      Metode diskusi
Diskusi adalah suatu proses pertemuan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar-menukar informasi, mempertahankan pendapat, atau pemecahan masalah. Metode diskusi merupakan salah satu metode yang diturunkan dari strategi pembelajaran partisipatif. 
Secara umum ada dua jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran. Pertama, diskusi kelompok. Diskusi ini dinamakan juga diskusi kelas. Pada diskusi ini permasalahan yang disajikan oleh guru dipecahkan oleh kelas secara keseluruhan. Pengatur jalannya diskusi adalah guru. Kedua, diskusi kelompok kecil. Pada diskusi ini peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga sampai tujuh orang. Proses pelaksanaan diskusi ini dimulai dari guru menyajikan masalah dengan beberapa submasalah. Setiap kelompok memecahkan submasalah yang disampaikan guru. Proses diskusi diakhiri dengan laporan setiap kelompok.
4.      Metode simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya berpura-pura atau perbuat seakan-akan. Metode simulasi merupakan salah satu metode yang diturunkan dari strategi pembelajaran bermain peran (Role playing).
Sebagai metode pengajaran, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya. 
5.      Metode tugas dan resitasi
Metode tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilaksanakan dirumah, disekolah, di perpustakaan dan tempat lainnya. Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan, da tugas dilaboratorium. Metode tugas dan resitasi merupakan implementasi dari beberapa strategi pembelajaran tergantung kepada jenis tugas yang diberikan guru kepada peserta didiknya, sehingga dalam tugas tertentu bisa masuk dalam strategi belajar tuntas, strategi pembelajaran inquiri, maupun strategi pembelajaran dengan modul.
6.      Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan peserta didik. Guru bertanya peserta didik menjawab atau peserta didik bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antar guru. Metode tanya jawab merupakan salah satu dari implementasi strategipembelajaran partisipatif (Partisipative Teaching and Learning) dan atau strategi pembelajaran ekspositori.
7.      Metode kerja kelompok
Metode kerja kelompok atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa peserta didik dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil (sub-sub kelompok). Metode kerja kelompok merupakan implementasi dari salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi pembelajaran antara lain: pembelajaran kontekstual, bermain peran, dan pembelajaran partisipatif.
8.      Metode problem solving
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Metode problem solving merupakan implementasi dari salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi pembelajaran antara lain: pembelajaran kontekstual, bermain peran, pembelajaran partisipatif, maupun strategi pembelajaran inkuiri.
9.      Metode sistem regu (team teaching)
Team Teaching pada dasarnya ialah metode pengajaran dua orang guru atau lebih bekerja sama mengajar sebuah kelompok peserta didik, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Selain regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Metode team teaching merupakan implementasi dari salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi pembelajaran: bermain peran, pembelajaran partisipatif, maupun strategi pembelajaran ekspositori.
10.   Metode latihan (Drill)
Metode latihan (Drill) pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari. Metode latihan merupakan implementasi dari salah satu atau gabungan dari beberapa strategi antara lain: bermain peran, pembelajaran partisipasif, belajar tuntas , pembelajaran dengan modul, maupun strategi pembelajaran ekpositori.
11.   Metode karyawisata
Karyawisata dalam arti metode pembelajaran mempunyai arti tersendiri, berbeda dengan karya wisata dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan keluar kelas dalam rangka belajar. Metode karyawisata merupakan implementasi dari salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi pembelajaran antara lain: pembelajaran kontekstual, bermain peran, pembelajaran partisipatif, belajar tuntas, maupun strategi pembelajaran inkuiri.[12]



BAB III
PENUTUP
            Kesimpulan
Strategi pembelajaran dalam IPS MI diartikan sebagai cara-cara membawakan pengajaran IPS agar segala prinsip dasar serta sasaran pengajaran IPS dapat terlakasana dan tercapai secara baik.
pendekatan adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk mencapai pengertian masalah pengamatan.
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh guru/ siswa dalam memperoleh informasi yag berupa fakta, data, dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi pembelajaran.
Sebagai implementasi Kurikulum 2013, dalam suatu proses pembelajaran menggunakan “pendekatan saintifik”, yaitu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan  mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.
            Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS MI, yaitu:
1.        Strategi Urutan Penyampaian Suksesif
2.        Strategi Penyampaian Fakta
3.        Strategi penyampaian prosedur      
4.        Strategi Mengajarkan/Menyampaikan Materi Aspek Sikap (Afektif)
5.        Strategi pembelajaran inkuiri
6.        Strategi pembelajaran ekspositori
            metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran agar pencapaian ketuntasan belajar lebih efektif dan efisien.
1.      Metode ceramah
2.      Metode karyawisata, dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Agung Eko Purwana dkk. 2009. Pembelajaran IPS MI Edisi Pertama. Surabaya: Aprinta.
Murtadho, dkk. 2009. Pembelajaran PKn MI. Surabaya: Aprinta.
Hosnan, M. 2014.  Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Trianto.2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mulyono. 2012.  Strategi Pembelajaran menuju Evektifitas Pembelajaran di Abad Global. Malang: UIN Maliki Press.





[1] M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2014), hlm. 32
[2] Agung Eko Purwana dkk, Pembelajaran IPS MI Edisi Pertama, (Surabaya: Aprinta, 2009),  hlm 4-9.
[3] Ibid., hlm.4-10.
[4] Murtadho, dkk, Pembelajaran PKn MI, (Surabaya: Aprinta 2009), hlm. 7
[5] M, Hosnan, Pendekatan Saintifik...,Hlm.34
[6] Ibid., hlm. 36-38

[7] Trianto,  Model Pembelajaran Terpadu, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010), hlm. 184-187.
[8] Mulyono, Strategi Pembelajaran menuju Evektifitas Pembelajaran di Abad Global, (Malang: UIN Maliki Press, 2012), hlm. 75.
[9] M. Hosnan, Pendekatan Saintifik..., hlm.185
[10] Agung Eko Purwana dkk, Pembelajaran IPS MI...,  hlm 4-12.
[11] Agung Eko Purwana dkk, Pembelajaran IPS MI...,  hlm 4-12.
[12] Mulyono, Strategi Pembelajaran..., hlm. 82-112

Tidak ada komentar:

Posting Komentar