strategi pembelajaran ips mi:pendekatan dan metode
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam
Kurikulum 2013, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua
potensi yang dimiliki peserta didik agar mereka dapat memiliki kompetensi yang
diharapkan melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan; sikap / attitude,
pengetahuan / knowledge, dan keterampilan / skill. Karena itu,
dibutuhkan suatu pendekatan, strategi, dan juga metode pembelajaran untuk
mengoptimalkan proses dan hasil pembelajarannya.
Ilmu pengetahuan sosial merupakann integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu
sosial. Kurikulum pendidikan IPS tahun 1994 sebagaimana yang dikatakan oeh
Hamid Hasan, merupakan fusi dari disiplin ilmu. Martoella mengatakan bahwa
pembelajaran pendidikan IPS lebih menekankan pada aspek pendidikan dari pada
transfer konsep, karena dalam pembelajaran pendidikan IPS mahasiswa diharapkan
memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih
niai, sikap, moral, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah
dimilikinya. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan IPS harus diformulasikan
pada aspek pendidikan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa Pengertian Pendekatan, Strategi,
dan Metode dalam Pembelajaran IPS MI?
2.
Pendekatan apa saja yang digunakan
dalam Pembelajaran IPS MI?
3.
Apasaja macam-macam Strategi Pembelajaran IPS MI?
4.
Metode apa yang digunakan dalam
Pembelajaran IPS MI?
C.
Tujuan
1.
Memahami
arti dari Strategi Pembelajaran IPS MI
2.
Mengetahui
pendekatan pembelajaran IPS MI
3.
Mengetahui
macam-macam Strategi Pembelajaran IPS MI
4.
Metahui
metode yang digunakan pada strategi pembelajaran IPS MI
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Strategi Pembelajaran IPS MI
Belajar merupakan proses yang
disengaja untuk mengubah tingkah laku ke arah yang lebih baik. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indoesia (KBBI), pengertian pendekatan
adalah (1) proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas
pengamatan untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode
untuk mencapai pengertian masalah pengamatan. Adapun pengertian pendekatan
pembelajaran antara lain sebagai berikut:
1. Perspektif (sudut pandang; pandangan) teori yang dapat digunakan sebagai
landasan dalam memilih model, metode, dan teknik pembelajaran.
2. Suatu proses atau perbuatan yang digunakan guru untuk menyajikan bahan
pelajaran.
3. Sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran, yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.[1]
Pendekatan dalam
pembelajaran IPS MI merupakan dasar-dasar dalam melaksanakan proses
belajar-mengajar matapelajaran IPS di MI. Pendekatan ini akan mengacu pada
pembelajaran IPS sebagai pendidikan global yang mengitregasikan beberapa mata
pelajaran.
Pengertian strategi
pembelajaran menurut beberapa ahli:
1. Menurut Kemp (Wina Senjaya: 2008) Strategi pembelajaran adalah suatu
kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan
pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2.
Menurut Kosasih Djahiri dan Somara ( 1980:10 ) , strategi belajar
mengajar adalah perencanaan pengajaran dari seorang guru tentang cara
pengajaran akan dibawakannya. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Raka
Joni yang berpendapat bahwa yang dimaksud strategi belajar mengajar adalah pola
umum perbuatan guru didalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar.[2]
Kesimpulan yang dapat di ambil dari pengertian strategi pembelajaran di
atas yaitu Strategi pembelajaran dalam IPS MI diartikan sebagai cara-cara membawakan
pengajaran IPS agar segala prinsip dasar serta sasaran pengajaran IPS dapat
terlakasana dan tercapai secara baik.
Menurut Newman mengemukakan empat unsur strategi dari
setiap usaha yaitu:
1.
Menetapkan spesifikasi dan
qualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi
peserta didik
2.
Mempertimbangkan dan memilih sistem
pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif
3.
Mempertimbangkan dan menetapkan
langkah-langkah atau prosedur, metode dan tehnik pembelajaran
4.
Menetapkan norma-norma dan batas
minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan
Pembelajaran IPS MI ditekankan pada ketrampilan
berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. IPS lebih bersifat
semi berperikehidupan dari pada ilmunya. IPS memiliki nilai pembelajaran
praktis, yang harus membina individu kreatif, demokratis dan penuh tanggung
jawab, serta sekaligus memiliki beban pembinaan budaya serta
kehidupan yang baik, harmonis dan dinamis. Pendidikan IPS harus sadar bahwa
peserta didiklah, yang kelak akan menerapkan segala isi pembelajaran IPS dan
kehidupan sosial hari esok akan berbeda dengan hari ini.[3]
Sedangkan Metode
pembelajaran merupakan cara yang digunakan oleh guru/ siswa dalam memperoleh
informasi yag berupa fakta, data, dan konsep pada proses pembelajaran yang
mungkin terjadi dalam suatu strategi pembelajaran.[4]
Dalam suatu proses
pembelajaran, erat kaitannya antara pendekatan, strategi, metode, dan juga
media yang digunakan untuk mencapi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Oleh
karena itu, seorang guru harus berpandai-pandai memilih dan memilah metode,
srtategi dan pendekatan dalam penerapannya saat pembelajaran. Selain itu, ada
banyak jenis strategi dan metode pembelajaran, sehingga guru harus
berkreatifitas untuk mengkombinasikannya agar proses pembelajaran tidak
terkesan membosankan. Karena pada hakikatnya, setiap metode dan strategi
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing
B. Pendekatan dalam Pembelajaran IPS MI
Sebagai implementasi
Kurikulum 2013, dalam suatu proses pembelajaran menggunakan “pendekatan
saintifik”, yaitu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar
peserta didik aktif mengkonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui
tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan
masalah atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik,
menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum
atau prinsip yang ditemukan. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi
menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja,
kapan saja, tidak bergantung informasi searah dari guru.[5]
Pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan saintifik mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.
Berpusat pada siswa
2.
Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum
atau prinsip.
3.
Melibatkan prosses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang
perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi
siswa.
4.
Dapat mengembangkan karakter siswa.
Adapun tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada
keunggulan pendekatan tersebut, yaitu:
1.
Untuk meningkatkan kemampuan intelak, khususnya kemampuan berpikir
tingkat tinggi siswa.
2.
Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara
sistematik.
3.
Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu
merupakan suatu kebutuhan.
4.
Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
5.
Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide.
6.
Untuk mengembangkan karakter siswa.
Beberapa prinsip pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran adalah
sebagai berikut:
1.
Pembelajaran berpusat pada siswa.
2.
Pembelajaran membentuk students self concept.
3.
Pembelajaran terhindar dari verbalisme.
4.
Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan
mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip.
5.
Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa.
6.
Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar
guru.
7.
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam
berkomunikasi.
8.
Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang
dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.
Langkah-langkah pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam
proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 meliputi: menggali informasi melalui observing
/ pengamatan, questioning / bertanya, experimenting /
percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, menyajikan data atau
informasi, dilanjutkan dengan menganalisis, associating / menalar,
kemudian menyimpulkan, dan menciptakan serta membentuk jaringan / networking.[6]
Kegiatan
|
Aktivitas Belajar
|
Mengamati (observing)
|
Melihat, mengamati, membaca, mendengar,
menyimak (tanpa dan dengan alat).
|
Menanya (questionig)
|
Mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai
yang bersifat hipotesis; diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri
(menjadi suatu kebiasaan).
|
Pengumpulan data (experimenting)
|
Menentukan data yang diperlukan dari pertanyaan
yang diajukan, menentukan sumber data (benda, dokumen, buku, eksperimen),
mengumpulkan data.
|
Mengasosiasi (associating)
|
Menganalisis data dalam bentuk kategori,
menentukan hubungan data / kategori, mengumpulkan dari hasil analisis data.
|
Mengomunikasikan
|
Menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk
lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar atau media lainnya.
|
C. Strategi Pembelajaran IPS MI
Strategi hampir sama dengan taktik, siasat atau politik.
Strategi adalah suatu penataan potensi dan sumber daya agar dapat efisien
memperoleh hasil suatu rancangan. Strategi menggambarkan komponen umum materi pembelajaran
dan prosedur yang digunakan
dalam mencapai hasil belajar.
Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS
MI, yaitu:
1. Strategi Urutan Penyampaian Suksesif
Jika guru harus
menyampaikan materi pembelajaran lebih dari satu, maka menurut strategi urutan
penyampaian suksesif, sebuah materi satu demi satu disajikan secara mendalam
kemudian secara berututan menyajikan materiberikutnya secara mendalam pula. Contoh yang sama, misalnya guru akan mengajarkan
materi nasionalisme. Pertama-tama guru menyajikan pengertian nasionalisme,
setelah pengertian disajikan secara mendalam, baru kemudian menyajikan
contoh-contoh perilaku yang bersifat nasionalisme.
2. Strategi Penyampaian Fakta
Jika guru harus menyajikan materi pembelajaran termasuk jenis fakta,
strategi yang tepat untuk mengajarkan materi tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama, sajikan materi fakta dengan lisan, tulisan atau gambar. Kemudian
berikan bantuan kepada siswa untk menghafal. Bantuan diberikan dalam bentuk
penyampaian secara bermakna, menggunakan jembatan ingatan, jembatan keledai,
dan asosiasi berpasangan.
3. Strategi Penyampaian Konsep
Materi pembelajaran jenis konsep adalah materi
berupa definisi, atau pengertian. Tujuan mempelajari konsep adalah agar siswa
paham dapat menunjukkan cirri-ciri, unsure, membedakan, membandingkan, dan
sebagainya. Langkah-langkah mengajarkan konsep:
a. Menyajikan konsep
b. Pemberian bantuan
c. Pemberian latihan
d. Pemberian umpan balik
e. Pemberian tes
f. Strategi Penyampaian Materi Pembelajaran Prinsip
Yang termasuk materi pembelajaran jenis prinsip adalah dalil, rumus,
hukum, dan teori.
Langkah-langkah
mengajarkan atau menyampaikan materi pembelajaran jenis prinsip adalah: (a)
sajikan prinsip oleh siswa hasil penelusuran di perpustakaan lewat penugasan,
(b) berikan bantuan berupacontoh penerapan prinsip dalam kehidupan sehari-hari,
(c) berikan soal-soal latihan, (d) berikan umpan balik, dan (e) berikan tes
atau penilaian praktek.
4. Strategi penyampaian prosedur
Tujuan mempelajari
prosedur adalah agar siswa dapat melakukan atau mempraktikkan prosedur
tersebut, bukan sekedar paham atau hafal. Termasuk materi pembelajaran jenis
prosedur adalah langkah-langkah mengerjakan suatu tugas secara urut.
Langkah-langkah
mengerjakan prosedur meliputi:
a.
Menyajikan prosedur
b. Pemberian bantuan dengan jalan mendemonstrasikan bagaimana cara
melaksanakan prosedur.
c. Memberikan latihan (praktik)
d. Memberikan umpan balik
e. Memberikan tes.
5. Strategi Mengajarkan/Menyampaikan Materi Aspek Sikap (Afektif)
Termasuk materi
pembelajaran aspek sikap (afektif) adalah pemebrian respon, penerimaan suatu
nilai, internalisasi, dan penilaian.[7]
6. Strategi pembelajaran inkuiri
Strategi pembelajaran
ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa
Yunani yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Strategi
pembelajaran inkuiri menekankan pada proses mencari dan menemukan. Materi tidak
diberikan secara langsung. Peran peserta didik dalam strategi ini adalah
mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan
sebagai fasilitator dan pembimbing peserta untuk belajar.
7. Strategi pembelajaran ekspositori
Merupakan strategi
pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal
dari seorang guru kepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta
didik dapat menguasai materi secara opotimal. Dalam strategi ini materi
pelajaran disampaikan langsung oleh guru. Peserta didik tidak dituntut untuk
menemukan materi itu. Materi pelajaran seakan-akan sudah jadi. Karena strategi
ekspositori lebih menekankan pada proses bertutur, maka sering juga disebut
strategi “chalk and talk”.[8]
Sedangkan Kurikulum
2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran, yaitu proses pembelajaran
langsung dan proses pembelajaran tidak langsung. Strategi Pembelajaran Langsung
(Direct Intruction) merupakan strategi pembelajaran yang kadar berpusat
pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Proses pembelajaran langsung
menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut intructional
effect. Strategi pembelajaran tidak langsung (Indirect Intruction)
merupakan proses pembelajaran yang berkenaan dengan pengembangan nilai dan
sikap. Dalam hal ini, peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator,
pendukung, dan sumber personal (resorce person).[9]
D. Kelemahan dan Keunggulan tiap-tiap Strategi Pembelajaran IPS MI
Penekanan strategi pembelajaran IPS MI Sesungguhnya tidak pada bidang
teoritis, melainkan pada bidang praktis dalam mengkaji atau mempelajari gejala
dan masalah sosial masyarakat. Dengan demikian strategi pembelajaran yang
diterapkan senantiasa terdapat kelemahan dan keunggulan dalam upaya mencapai
tujuan pembelajaran.
Perbandingan strategi
pembelajaran[10]
Pembelajaran IPS
dengan cara lama
|
Pembelajaran IPS
dengan cara baru
|
1. Guru menggunakan kelas satu-satunya tempat belajar
anak.
Kelemahan: membosankan, tidak memunculkan kreativitas, kurang semangat
dll.
Keunggulan: tidak memerlukan banyak biaya, fasilitas bisa lebih sedikit
dll.
|
1. Guru menggunakan tempat belajar bervariasi di dalam
dan di luar kelas.
Kelemahan: biaya mahal, fasilitas harus lebih banyak, dll.
Keunggulan: memunculkan kreativitas, tidak cepat bosan, bersemangat dll.
|
2. Guru lebih banyak memakai metode ceramah.
Kelemahan: membosankan, daya ingat yang terbatas pada anak, melelahkan
dll.
Keunggulan: semua materi bisa tersampaikan, sesuai untuk jumlah peserta
didik yang banyak dll
|
2. guru mengajar dengan memakai berbagai metode yang
menunjang anak aktif dan kreatif.
Kelemahan: menuntut fasilitas yang lebih banyak,
persiapan mengajar lebih rumit, dll
Keunggulan: tidak menimbulkan kejenuhan, selalu
muncul gagasan baru dll.
|
3. Guru memberikan pelayanan bantuan dan bimbingan
kepada anak disamaratakan.
Kelemahan: tidak efektif dalam menyelesaikan masalah, menimbulkan
kesalahpahaman dll.
|
3. Guru memberikan pelayanan bantuan dan bimbingan
kepada anak berdasarkan perseorangan.
Kelemahan: merepotkan, membutuhkan waktu yang banyak dll.
Keunggulan: masalah terselesaikan dengan efektif, menimbulkan kepercayaan
diri dll.
|
E. Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran IPS MI
Upaya meningkatkan
kualitas pembelajaran pada dasarnya merupakan pemilihan dan penetapan strategi
pembelajaran yang optimal guna mencapai perolehan belajar sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan (Reigeluth, 1983). Dalam kaitan ini,
strategi penyampaian pembelajaran yang tepat merupakan salah satu alternatif
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih
efektif dan efisien. Degeng (1994) mengatakan bahwa dalam perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran banyak variabel yang menentukan kualitas pembelajaran,
dan variabel-variabel tersebut hendaknya dijadikan pijakan.
Tujuan pembelajaran tidak
dapat dimanipulasi, karena sudah ditetapkan dalam kurikulum. Demikian halnya
dengan karakteristik isi pelajaran dan keterbatasan sumber-sumber belajar
siswa. Pernyataan diatas didukung oleh Dick dan Carey (1985) yang menyatakan
bahwa dalam merancang pembelajaran, karakteristik perilaku pembelajar dan bahan
ajar perlu di perhatikan.
Dalam perancangan
pembelajaran perlu dilakukan analisis karakteristik bidang studi yang mencakup
analisis tipe bidang studi dan struktur isi bidang studi.
Strategi disini adalah perencanaan pengajaran dari seorang pendidik tentang
cara pengajaran yang akan dilaksanakan. Strategi belajar mengajar yang perlu
diperhatikan seorang guru adalah:
1. bagaimana perencanaan pengajaran seharusnya direncanakan secara baik
2. proses belajar mengajar kelak berlangsung dengan baik dan berhasil baik.
Merencanakan suatu strategi belajar mengajar haruslah
berindikasikan kepada:
1. falsafah belajar mengajar, yang dianut pendidik ata kurikulum tersebut.
2. kecocokan dengan identitas atau karakter, pendekatan serta sasaran bidang
studi yang bersangkutan adalah IPS
3. kriteria umum validitas dan reliabilitas program pengajaran
4. kemampuan untuk menerapkan strategi (dilihat dari segi kemampuan guru
maupun siswa serta kondisi tempat).
Di dalam strategi belajar
mengajar IPS hendaknya diperhatikan segi program atau bahan pelajaran yang
mencakup:
1. Topik, jenis konsepsi atau isi pelajaran dari bahan uraian lainnya
hendaknya dapat memenuhi kebutuhan, minat, kemampuan, persoalan dan prospek
hidup siswa dan bersifat multi dimensionnal.
2. Pembelajaran IPS hendaknya berorientasi kepada kehidupan nyata serta
lingkungan kehidupan siswa yaitu struktur ilmu sosial yang dipadukan dengan
konsep pelajaran dan bahan lainnya.
3. Didalam program pembelajaran harus terbuka kesempatan untuk menggunakan
multi media pengajaran ataupun dalam kegiatan siswa maupun guru dapat dilakukan
didalam maupun diluar kelas, sekolah atau madrasah.
4. Program pembelajaran hendaknya membuka kesempatan untuk mengembangkan lebih
lanjut baik oleh peserta didik maupun pendidik bersama peserta didik, baik
konsep maupun kegiatannya.
5. Program hendaknya cukup jelas dan dalam jangkauan peserta didik.
segi peserta didik
1. Peserta didik mempunyai kesempatan untuk menampilkan keberanian dan minat
mengemukakan pendapat atau pikiran serta masalahnya sebeleum, selama, maupun
setelah pelajaran. Dapat mendorong minat belajar, motivasi mempelajari program
pembelajaran serta adanya rasa penasaran.
2. Peserta didik dapat menggunakan cara-cara belajar menurut kemampuan serta
menurut kebiasaannya sesuai dengan pendekatan multi media.
3. Peserta didik tidak merasa adanya suasana paksaan, tekanan dan ketakutan.
Oleh karena itu pendidik dalam merencanakan
pembelajaran hendaknya peserta didik dapat turut aktif sebagai subyek maupun
obyek pelajaran dalam suasana yang demokratif dan kreatif.
Segi pendidik
Guru dalam merencanakan
program pembelajaran hendaknya:
1. Berusaha untuk memberikan dorongan belajar dan berprestasi
2. Menerapkan prinsip “pendidik inquiri dan program”
3. Mempunyai kemampuan dalammenggunakan berbagai jenis variasi mengajar.[11]
F. Metode pembelajaran IPS MI
Guru perlu memberikan
pengajaran secara menarik agar siswa / peserta didik bergairah untuk
menjalankan proses belajarnya. Untuk itu, guru perlu menggunakan metode
pengajaran yang variatif dan sesuai kebutuhan, sehingga proses pembelajaran
tidak berjalan kaku, searah dan membosankan.
Metode adalah cara yang
digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan
nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Berikut beberapa
metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
pembelajaran agar pencapaian ketuntasan belajar lebih efektif dan efisien.
1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode
ceramah merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengimplementasikan
strategi pembelajaran ekspositori. Metode ini senantiasa bagus bila
penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung alat dan media serta
memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya. Metode ceramah merupakan
metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur.
Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya
faktor kebiasaan baik dari guru ataupun peserta didik. Guru biasanya belum
merasa puas manakala dalam prosese pengelolaan pembelajaran tidak melakukan
ceramah. Sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak
ada guru berarti tidak ada belajar.
2. Metode demonstrasi
Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu peserta
didik untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data
yang benar. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk
mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.
Metode demonstrasi
merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan
kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik
sebenarnya atau sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak
terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses
demonstrasi peran peserta didik hanya sekedar memperhatikan., akan tetapi
demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret.
3. Metode diskusi
Diskusi adalah suatu proses pertemuan dua atau lebih individu yang
berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau
sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar-menukar informasi,
mempertahankan pendapat, atau pemecahan masalah. Metode diskusi merupakan salah
satu metode yang diturunkan dari strategi pembelajaran partisipatif.
Secara umum ada dua
jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran. Pertama, diskusi
kelompok. Diskusi ini dinamakan juga diskusi kelas. Pada diskusi ini
permasalahan yang disajikan oleh guru dipecahkan oleh kelas secara keseluruhan.
Pengatur jalannya diskusi adalah guru. Kedua, diskusi kelompok kecil. Pada
diskusi ini peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok
terdiri dari tiga sampai tujuh orang. Proses pelaksanaan diskusi ini dimulai
dari guru menyajikan masalah dengan beberapa submasalah. Setiap kelompok
memecahkan submasalah yang disampaikan guru. Proses diskusi diakhiri dengan
laporan setiap kelompok.
4.
Metode simulasi
Simulasi berasal dari
kata simulate yang artinya berpura-pura atau perbuat seakan-akan. Metode
simulasi merupakan salah satu metode yang diturunkan dari strategi pembelajaran
bermain peran (Role playing).
Sebagai metode
pengajaran, simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan
menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau
keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan
asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada
objek yang sebenarnya.
5. Metode tugas dan resitasi
Metode tugas dan
resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu. Tugas
dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik secara individu atau
kelompok. Tugas dan resitasi bisa dilaksanakan dirumah, disekolah, di
perpustakaan dan tempat lainnya. Jenis-jenis tugas sangat banyak tergantung
pada tujuan yang akan dicapai, seperti tugas meneliti, menyusun laporan, da
tugas dilaboratorium. Metode tugas dan resitasi merupakan implementasi dari
beberapa strategi pembelajaran tergantung kepada jenis tugas yang diberikan
guru kepada peserta didiknya, sehingga dalam tugas tertentu bisa masuk dalam
strategi belajar tuntas, strategi pembelajaran inquiri, maupun strategi
pembelajaran dengan modul.
6. Metode tanya jawab
Metode tanya jawab
adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang
bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara
guru dan peserta didik. Guru bertanya peserta didik menjawab atau peserta didik
bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal
balik secara langsung antar guru. Metode tanya jawab merupakan salah satu dari
implementasi strategipembelajaran partisipatif (Partisipative Teaching and
Learning) dan atau strategi pembelajaran ekspositori.
7.
Metode kerja kelompok
Metode kerja kelompok
atau bekerja dalam situasi kelompok mengandung pengertian bahwa peserta didik
dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan (kelompok) tersendiri ataupun
dibagi atas kelompok-kelompok kecil (sub-sub kelompok). Metode kerja kelompok
merupakan implementasi dari salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi
pembelajaran antara lain: pembelajaran kontekstual, bermain peran, dan
pembelajaran partisipatif.
8. Metode problem solving
Metode problem
solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar
tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat
menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada
menarik kesimpulan. Metode problem solving merupakan implementasi dari
salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi pembelajaran antara lain:
pembelajaran kontekstual, bermain peran, pembelajaran partisipatif, maupun
strategi pembelajaran inkuiri.
9.
Metode sistem regu (team
teaching)
Team Teaching pada dasarnya ialah metode pengajaran dua orang guru atau lebih bekerja
sama mengajar sebuah kelompok peserta didik, jadi kelas dihadapi beberapa guru.
Selain regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara
formal saja, tetapi dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu sesuai
dengan keahlian yang dibutuhkan. Metode team teaching merupakan
implementasi dari salah satu dan atau gabungan dari beberapa strategi
pembelajaran: bermain peran, pembelajaran partisipatif, maupun strategi
pembelajaran ekspositori.
10. Metode latihan (Drill)
Metode latihan (Drill) pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu
ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari. Metode latihan
merupakan implementasi dari salah satu atau gabungan dari beberapa strategi
antara lain: bermain peran, pembelajaran partisipasif, belajar tuntas ,
pembelajaran dengan modul, maupun strategi pembelajaran ekpositori.
11. Metode karyawisata
Karyawisata dalam arti
metode pembelajaran mempunyai arti tersendiri, berbeda dengan karya wisata
dalam arti umum. Karyawisata di sini berarti kunjungan keluar kelas dalam
rangka belajar. Metode karyawisata merupakan implementasi dari salah satu dan
atau gabungan dari beberapa strategi pembelajaran antara lain: pembelajaran
kontekstual, bermain peran, pembelajaran partisipatif, belajar tuntas, maupun
strategi pembelajaran inkuiri.[12]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Strategi pembelajaran dalam IPS MI diartikan sebagai
cara-cara membawakan pengajaran IPS agar segala prinsip dasar serta sasaran
pengajaran IPS dapat terlakasana dan tercapai secara baik.
pendekatan adalah (1)
proses, perbuatan, cara mendekati; (2) usaha dalam rangka aktivitas pengamatan
untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode-metode untuk
mencapai pengertian masalah pengamatan.
Metode pembelajaran
merupakan cara yang digunakan oleh guru/ siswa dalam memperoleh informasi yag
berupa fakta, data, dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi
dalam suatu strategi pembelajaran.
Sebagai implementasi Kurikulum 2013, dalam suatu proses pembelajaran
menggunakan “pendekatan saintifik”, yaitu proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa agar peserta didik aktif mengkonstruk konsep, hukum atau
prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau
menemukan masalah), merumuskan masalah atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan
data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan
mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.
Terdapat
beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS MI, yaitu:
1.
Strategi Urutan
Penyampaian Suksesif
2.
Strategi Penyampaian Fakta
3.
Strategi penyampaian prosedur
4.
Strategi Mengajarkan/Menyampaikan Materi Aspek
Sikap (Afektif)
5.
Strategi pembelajaran
inkuiri
6.
Strategi pembelajaran
ekspositori
metode pembelajaran yang
dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran agar pencapaian
ketuntasan belajar lebih efektif dan efisien.
1. Metode ceramah
2. Metode karyawisata, dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Agung Eko Purwana dkk. 2009. Pembelajaran IPS MI Edisi Pertama.
Surabaya: Aprinta.
Murtadho, dkk. 2009. Pembelajaran PKn MI. Surabaya: Aprinta.
Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam
Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Trianto.2010. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Mulyono. 2012. Strategi
Pembelajaran menuju Evektifitas Pembelajaran di Abad Global. Malang: UIN
Maliki Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar