Jumat, 30 Oktober 2015

METODE PEMBELAJARAN PKn MI
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan pelajaran,baik secara individual atau kelompok. Dengan adanya metode dalam pembelajaran ini diharapkan dapat meringankan atau mempermudah guru dalam penyampaian materi yang akan disampaikan. Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang diinginkan. Hal ini berkaitan dengan kritik masyarakat terhadap materi pelajaran PKn yang tidak bermuatan nilai-nilai praktis tetapi hanya bersifat politis.
Metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan one way method. Guru PKn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir, di samping masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa, akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap, dan tindakan; sehingga mata pelajaran PKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan.
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Metode
Dari segi bahasa beberapa makna metode: dalam bahasa inggris metode adalah Metod,dalam bahasa Yunani adalam Methodos, meta yang mempunyai arti melampaui; hodos yaitu yang diartikan dengan cara atau jalan.[1] Sedangkan menurut istilah metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Pengertian metode menurut beberapa ahli:
1.        Menurut Zuhairini, metode adalah “suatu cara yang harus dilalui untuk mencapai bahan pengajaran agar tercapai tujuan pengajaran”.
2.        Menurut Abu Ahmadi, metode adalah “teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar agar pelajaran itu dapat dipahami oleh siswa dengan baik dan makin efektif pula pencapaian tujuan”.
3.        Menurut Sagala, metode adalah cara yang digunakan guru atau siswa dalam mengolah informasi yang berupa fakta, data dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi pada suatu strategi.[2]
Jadi pengertian metode dari beberapa para ahli adalah cara untuk menyampaikan materi dari guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan melalui kondisi siswa.
Dibawah ini merupakan beberapa metode yang digunakan dalam pembelajaran PKn MI:
1.      Metode ceramah (lecture)
Metode ceramah brasal dari kata lecture, memiliki arti dosen atau metode dosen, metode ini lebih banyak dipergunakan di kalangan dosen, karena dosen lebih menggunakan perkuliahan mimbardan disampaikan dengan ceramah.[3] Ceramah merupakan metode yang paling umum digunakan dalam proses pembelajaran berupa interaksi melalui penuturan lisan dari guru kepada peserta didik. Guru menyajikan bahan melalui penuturan atau penjelasan lisan sacara langsung pada peserta didik mengenai sesuatu topik. Hal yang perlu diperhatikan : Guru menjadi satu-satunya pusat perhatian karena itu sebelum berceramah perlu koreksi diri seperti, pakaian, gerak-gerik, gaya, dan sebagainya. Jangan melakukan gerakan-gerakan yang aneh dan mengundang keributan, Tunjukkan apa yang ingin dicapai dari ceramah ini, mulai dari yang umum menuju ke yang khusus, dari yang sederhana ke yang rumit, Sampaikan garis besar bahan ajar, secara lisan ataupun yang tertulis, Hubungkan materi pelajaran dengan pengalaman peserta didik, Berikan contoh-contoh ataupun ilustrasi yang mudah dipahami peserta didik mengenai hal yang sulit, Sesekali perlu humor, Arahkan perhatian pada seluruh peserta didik, Suara bervariasi dengan penekanan- penekanan pada tempatnya dan hindari monotonus.
2.      Metode Tanya Jawab
Tanya jawab dapat bersifat timbal-balik (dari guru ataupun peserta didik) demi pencapaian tujuan pembelajaran. Pertanyaan dari guru disesuaikan dengan kemampuan peserta didik demi pencapaian tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran ini tujuan utamanya melatih peserta didik untuk mendengarkan dengan baik, menangkap dan merespon persoalan dengan tepat (belajar berpikir). Jenis pertanyaan : tingkat sedernana dan kompleks (higher order questioning). Kriteria pertanyaan: Ringkas dan jelas sesuai dengan kemampuan berpikir peserta didik Memberi acuan, yaitu uraian singkat tentang apa yang ditanyakan disusul dengan pertanyaannya Menggiring dan memusatkan jawaban pada jawaban yang benar (metode Socratis).
3.      Metode Demonstrasi
Metode ini termasuk metode yang paling sederhana dibanding dengan metode lainnya. Guru mendemonstrasikan/ memperlihatkan suatu proses, peristiwa, cara kerja suatu alat dan lain-lain kepada peserta didik. Agar efektif perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : Buat perencanan yang matang sebelum pembelajaran dimulai, utamanya persiapkan fasilitas yang akan digunakan, Rumuskan tujuan pembelajaran dan pilihlah materi yang tepat untuk didemonstrasikan, Tetapkan apakah demonstrasi yang dimaksud akan dilakukan oleh guru ataukah oleh peserta didik, ataukah oleh guru kemudian diikuti peserta didik, Buat garis besar langkah-langkah demonstrasi, Ciptakan suasana yang tenang dan menarik, Upayakan partisipasi aktif dari se!uruh peserta didik, Lakukan evaluasi tentang efektifitas proses dan hasilnya, Untuk mengetahui hasilnya berikan tugas pada peserta didik.
4.      Metode Penemuan (discovery/inquiry) atau Pemecahan Masalah
Discovery ; menemukan jawaban berdasar acuan yang telah ada. Inquiry ; penemuan sesuatu secara orisinil dan mandiri ( tanpa mengikuti acuan yang ada). Dalam metode ini dikenal dengan apa yang disebut five steps of thinking (John Dewey): Metode ini juga sering disebut metode pemecahan masalah, intinya : Merumuskan masalah, Menemukan beberapa alternatif pemecahan, Memilih alternatif yang terbaik, Mencoba memecahkon masalah dengan alternatif pilihan, Mengevaluasi hasilnya dan melakukan balikan,
5.      Metode Karya Wisata
Metode karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.  Intinya : Merancang sebuah perjalanan wisata, Mengidentifikasi dan menetapkan obyek observasi, Menetapkan rancangan observasi, Mencatat/membuat rekaman proses dan hasil observasi, Melaporkan dan mendiskusikan hasil observasi (di kelas), Membuat kesimpulan. Dengan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihat, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang, serta bertanya jawab.[4]
6.      Metode Pemberian Tugas
Metode ini merupakan cara penyajian materi pelajaran dengan jalan guru memberikan tugas kepada pebelaiar secara individual ataupun kelompok untuk dikerjakan dikelas ataupun di rumah. Hasilnya dikoreksi oleh guru ataupun oleh peserta didik bersama sama dikelas. Yang perlu diperhatikan :
Tugas direncanakan secara jelas dan sistematis terutama tujuannya dan cara mengerjakannya, Hal tersebut perlu dikomunikasikan kepada peserta didik sehingga mereka menerima dengan baik, Untuk jenis tugas kelompok diupayakan agar onggota kelompok terlibat secara aktif dalam penyelesaian tugas terutama Jika tugas harus dikerjakan di luar kelas), Guru perlu mengontrol proses penyelesaian tugas, utamanya jika di dalam kelas guru berkeliling memberi bimbingan dan motivasi, Hasil di evaluasi dengan memperhatikan bukan saja hasiInya melainkan juga prosesnya.
7.      Metode Diskusi
Diskusi diartikan sebagai percakapan resiprokal (pertanyaan dan jawaban timbal balik) seputar permasalahan yang ingin dipecahkan. Hal yang perlu diperhatikan: Rumuskan tujuan dan masalah yang dijadikan topik diskusi (sesuai dengan materi kurikulum), Siapkan prasarana dan sarana yang diperlukan untuk diskusi, Tetapkanlah peran peserta didik dalam diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilakukan, Berikan pengarahan kepada peserta didik secukupnya agar mereka melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan diskusi, Ciptakan suasana vang kondusif sehingga peserta didik terdorong mengemukakan pendapat secara bebas terarah pada pemecahan masalah, Berikan kesempatan secara merata kepada peserta didik agar diskusi tidak didominasi oleh beberapa orang saja, Penyelenggaraan diskusi sesuaikan dengan waktu yang disediakan Guru seyogyanya berperan sebagai pembimbing, fasilitator, motifator dan evaluator terhadap jalannya diskusi, Diskusi diakhiri dengan penarikan kesimpulan dari apa yang dibicarakan, sesuai dengan topik. Seyogyanya oleh peserta didik dibawah bimbingan guru.
8.      Metode Sosio Drama
Inti Sosio drama atau role playing adalah mempertunjukkan atau mempertontonkan peristiwa sosial. Peserta didik mendapat tugas dari guru untuk mendramatisasikan suatu situasi sosial yang mengandung masalah dan cara pemecahannya. Manfaat metode sosio drama: Peserta didik belajar mengingat, memi dan menghayati bahan yang akan didramatisasikan dalam kontek keseluruhan cerita sebagai kebulatan, Peserta didik terlatih berinisiatif dan berkreasi serta mendramatisasikan dalam pentas sesuai dengan waktu yang tersedia, Terbina bahasa yang baik, spontan dan komunikatif, Bakat yang terpendam dapat dipupuk dan diaktualisasikan serta terbuka
kemungkinan bagi pengembangannya dikemudian hari melalui kegiatan ekstrakulikuler yang kemungkinan besar bisa menjadi bekal kerja Kelemahan metode sosio drama: tidak semua peserta didik memperoleh kesempatan, banyak memakan waktu, tidak semua guru sanggup melaksanakan.
9.      Metode kerja kelompok Konsep dasar :
Manusia adalah makhluk sosial disamping sebagai individu. Kemampuan hidup berkelompok dengan modal sosialitas perlu dikembangkan. Metode ini merupakan salah satu model pembelajaran untuk memupuk kembangkan hasrat sosial/kemampuan hidup bermasyarakat. Belajar dengan model ini dapat mengembangkan kebutuhan tersebut. Wujudnya bisa kelas sebagai kelompok ataupun kelas dibagi atas beberapa kelompok. Manfaatnya metode kerja kelompok: membiasakan peserta didik bekerjasama, mengembangkan sikap musyawarah dan tanggung jawab bersama secara kolektif, menanamkan kesadaran tanggung jawab diri sesuai dengan status, mengembangkan jiwa kompetitif yang sehat dan semangat belajar, mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kelemahan metode kerja kelompok: membentuk kelompok yang baik tidak mudah, baik kelompok homogen maupun yang heterogen. Guru harus memiliki data yang cukup tentang sifat peserta didik, pemimpin kelompok terkadang sulit mengendalikan kemauan anggota.
10.  Metode Latihan
Pendekatan ini yang intinya adalah drill atau training sangat cocok untuk menanamkan kebiasan-kebiasan tertentu (habit training) seperti ketangkasan, ketepatan, keterampilan dan lain-lain dari apa yang telah dipelajari. Manfaat metode latihan: Kebiasaan yang dilatih dengan metode ini akan meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelaksanaan sesuatu (otomatisme), yang hal ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kelemahan metode latihan: kebiasaan yang otomatis dapat menghambat perkembangan inisiatif karena peserta didik banyak dibiasakan kepada konformitas dan uniformitas, menimbulkan kebosanan karena sifatnya yang monoton, membentuk kebiasaan yang kaku karena mereka terbiasa memberikan respon secara otomatis tanpa berfikir. Cara mengatasi: obyek latihan dibatasi pada hal-hal yang bersifat otomatis, latihan harus didudukkan dalam konteks dan makna yang luas obyek latihan dipilih yang menarik, Jenis latihan disesuaikan dengan interest individual.
11.  Metode Bercerita
Kegiatan mendongeng atau bercerita ini dapat guru gunakan dalam menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan. Metode bercerita ini dapat menarik minat belajar siswa. Selain itu memiliki tujuan yang luhur karena bermuatan pesan moral yang baik dan sangat berarti bagi perkembangan jiwa anak. Mendongeng pun menjadi cara termudah mengajari sesuatu kepada anak anak tanpa kesan menggurui. Dengan kata lain tujuan utama mendongeng adalah memperkaya pengalaman batin anak dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan pendidikan dengan cara yang paling sederhana dan menarik .Menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan dengan metode bercerita, menjadi salah satu teknik pembelajaran yang berguna dalam membangun karakter dan kepribadian siswa. Dalam kegiatan ini, guru harus pandai memilih cerita yang sesuai dengan perkembangan anak, pun diselaraskan dengan tujuan pembelajaran atau Kompetensi Dasar yang sedang ditanamkan . Ajaklah anak-anak duduk melingkar di atas karpet. Perlihatkan buku yang akan dibacakan. Kondisikan siswa agar fokus pada cerita yang akan disampaikan . Selain mengambil kisah-kisah dari buku cerita yang sudah ada, guru dapat pula menciptakan sebuah cerita dengan melibatkan anak dalam alur cerita. Setelah selesai bercerita, guru dapat mengajukan pertanyaan baik lisan maupun tertulis sesuai dengan isi cerita yang telah didengarkan. Selain berguna untuk mengukur sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita, juga sebagai alat penilaian di akhir pembelajaran.
B.     Fakor-Fakor yang mempengauhi Pemilihan Metode
1.      Anak Didik
Anak didik adalah manusia berpotensi yang meghajatkan, pendidikan.di sekolah gurulah yang berkewajiban uuntuk mendidiknya. Di ruang kelas guru akan berhadapan dengan sejumlah anak didik dengan latar belakang kehidupan yan berlainan. Status social mereka juga bermacam-macam, selain itu jika dilihat dari aspek biologis, intelektual, dan psikologis setiap anak didik mempunyai perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya, misalnya dari aspek psikologis, di sebuah kelas pasti akan ditemukan anak yang pendiam, kreatif, kurang suka berbicara, ada yang tertutup (introvert), ada yang terbuka (ekstrovet), ada yan pemurung, periang,dll. Dari perbedaan beberapa aspek tersebut diatas mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang digunakan guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar demi tercapainnya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan secara optimal. 2. Tujuan Tujuan adalah sarana yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar, tujuan dalam pendidikan dan pengajaran mempunyai jenis dan fungsi yang bermacam- macam, seperti tujuan instruksional atau tujuan pembalajaran, tujuan kurikuler atau tujuan kurikulum dll. Oleh karena itu pemilihan metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan yang sudah dirumuskan. 3. Situasi Situasi yang diciptakan oleh guru ketika kegiatan belajar mengajar tidak selamanya sama dari hari ke hari, adakalanya di dalam kelas,adakalnya di alam terbuka. Oleh karena itu mrtode yang digunakan harus disesuaikan dengan situasi yang akan diciptakan. 4. Fasilitas Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah, oleh karena itu lengkap tidaknya fasilitasakan mempengaruhi pemilihan metode mengajar. 5. Guru Setiap guru mempunyai kpribadian yang berbeda, dan latar belakang pendidikan serta pengalaman mengajar yang tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Dari permasalahan intrern guru tersebutdpat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.
C.     Beberapa Metode Yang Dapat Mengaktifkan Peserta Didik
Salah satu ciri dari PAKEM adalah siswa terlibat aktif dalam belajar, adapun beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn MI yang dapat mengaktifkan peserta didik adalah:
1.      Think, Pair, Share: ajukan permasalahan pada peserta didik. Berikan kesempatan 2-5 menit untuk berfikir sendiri (think). Setelah selesai mintalah mereka mendiskusikan masalah yang sama dengan peserta didik disebelahnya selama 3-5 menit (pair). Akhirnya pilihlah satu pasangan untuk mengemukakan pendapat mereka di depan kelas (share).
2.      Kelompok belajar kolaboratif: peserta didik dibentuk dalam kelompok heterogen 3-6 orang. Mintalah salah satu peserta didik menjadi pemimpinnya dan satu yang lain menjadi pencatat. Berikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar secara berkolaborasi. Hasil kelompok berupa laporan tertulis.
3.      Review bahan: pada seluruh waktu yang tersedia peserta didik diminta untuk bekerja dalam kelompok mereview bahan dengan cara setiap orang mengajukan hal-hal yang belum dipahami dan mendiskusikannya dalam kelompok. Pada separuh waktu berikutnya kelompok-kelompok mengajukan permasalahan dan membantu kelompok yang lain.
4.      Pesta pertannyaan: peserta didik diminta membaca topik atau materi tertentu masing-masing peserta didik menyiapkan beberapa pertanyaan penting beserta kemungkinan jawabannya. Secara bergiliran peserta didik menyampaikan pertanyaan dibahas bersama temannya serta dikuatkan oleh dosen.
5.      Analisis studi kasus: kepada peserta didik diberikan kasus yang harus dipecahkan baik secara individual maupun secara berkelompok berdasarkan fakta atau konsep yang telah dipelajarai dikelas.
6.      Mengevalusi hasil kerja teman: dapat dilakukan setelah mengembangkan suatu produk. Umumnya peserta didik menggunakan rubrik untuk mengevaluasi hasil kerja temannya.
7.      Bermain peran: masing-masing kelompok diminta merancang permainan peran berdasarkan konsep yang sedang dipelajari. Kelompok yang satu menanggapi hasil permainan peran kelompok lain.
8.      Membangun model: sama dengan bermain peran masing-masing kelompok diminta untuk mengambangkan model berdasarkan konsep yang dipelajarai. Masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil dan ditanggapi kelompok lainnya.
D.    Macam-Macam Metode Untuk Mengetahui Penguasaan Peserta Didik Terhadap Konsep Yang Telah Dipelajari.
Beberapa macam metode untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap konsep snagatlah penting karena akan mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dam pembelajaran tersebut akan tercapai tujuannya secara efektif dan efisien.                                              
1.      Mengembangkan peta konsep: secara individual ataupun kelompok peserta didik diminta untuk mengembangkan peta konsep yang merupakan representasi gagasan, model, konsep atau hubungan antar konsep. Peserta didik membuat bulatan-bulatan yang didalamnya terdapat konsep dan garis yang menghubungkan antara bulatan yang satu dengan yang lainnya.
2.      One minute paper: kegiatan ini dapat dilakukan di ahir pembelajaran. Mintalah peserta didik mengeluarkan secarik kertas. Ajukan sebuah pertanyaan terbuka atau tertutup terkait konsep yang telah dipelajari. Berikan waktu stu atau dua menit bagi siswa untuk menjawabnya.
3.      Yang jelas dan yang masih ragu: hampir mirip dengan one minute paper, mintalah peserta didik menuliskan hal-hal yang telah jelasdan yang masih meragukan atau bahkan yang mereka belum paham sama sekali. Hal ini sangat penting untuk mereview konsep pada pertemuan berikutnya.
4.      Refleksi : mintalah satu atau dua peserta didik maju didepan kelas dan menceritakan kesan terhadap pembelajaran. Refleksi juga dapat memancing perasaan dan kesulitan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
5.      Quis: guru mengajukan beberapa masalah atau soal terkait konsep dan meminta peserta didik menjawabnya. Quis dapat dilakukan dengan menyertakan nama peserta didik maupun tidak mencantumkan nama.
6.      Simulasi atau latihan praktek: setelah peserta didik belajar tentang keterampilan motorik tertent, secara acak peserta didik diminta untuk mempraktekkan keterampilan yang telah dipelajari didepan kelas.
7.      Turnamen: secara berkelompok peserta didik berkompetensi untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep yang telah dipelajari. Kelompok peserta didik yang menenangkan turnamen mendapatkan reward tertentu.
E.     Macam-Macam Metode Setelah Menerima Penjelasan Dari Guru
Jadi setelah siswa menerima materi pembelajaran dari guru dengan berbagai penggunakan metode maka guru akan lebih baik mengadakan penekanan kepada siswa untuk memastikan pembelajaran dapat diterima oleh siswa.
1.      Jeda klarifikasi: kegiatan ini dimaksudkan agar peserta didik mendengar dengan aktif. Guru memberikan jeda diantara penjelasannya agar peserta didik mengklarifikasi.
2.      Berbagi catatan: setelah serangkaian kegiatan peserta didik membandingkan hasil catatannya dengan catatan teman.
3.      Tanya jawab: hampir mirip dengan jeda klarifikasi namun tanya jawab dilakukan setelah penjelasan benar-benar tuntas. Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya terkait dengan konsep dan aplikasinya. Jika tidak ada pertannyaan dari peserta didik, guru dapat memancing dengan bertanya pada peserta didik. Perlu diingat bahwa mengajukan pertanyaan bukanlah hal yang mudah bagi peserta didik. Oelh karena itu perlu diberikan alokasi waktu bagi peserta didik untuk berpikir.
4.      Merespon demonstrasi: setelah peserta didikdiajak mengamati kejadian tertentu, mereka diminta untuk membeuat sebuah paragraf tentang kesan peserta didik terhadap demonstrasi tersebut. peserta didik dengan kalimat. “setelah mencermati demonstrasi saya...”
F.      Cara Untuk Meningkatkan Pembelajaran
Dalam pembelajaran seorang guru dituntut untuk membuat siswa menjadi aktif dan tidak pasif, oleh karna itu banyak guru yang harus memilih denagn tepat.
1.      Membuka pelajaran dengan membangun ketertarikan
a.       Cerita atau visualisasi yang menarik. Guru menyediakan cerita fiksi, gambar, grafik dan lain-lain.
b.      Permasalahan: guru mengajukan permasalahan yang terkait dengan pelajaran yang akan disampaikan.
c.       Pertanyaan: guru mengajukan pertannyaan kepada siswa sehingga siswa termotivasi alam mengikuti pelajaran.
2.      Kegiatan inti: mengoptimalkan pemahaman dan penyaerapan
a.       Headline: guru memulai pelajaran dengan kata-kata kunci agar siswa dapat mengingat.
b.      Contoh dan analogi: guru menyediakan contoh analogi dan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan pengalaman siswa terhadap materipelajaran.
c.       Alat peraga: guru menggunakan alat peraga dalam menyampaikan materi.
d.      Menantang: hentikan pelajaran secara periodik dan ajukan pertanyyan pada siswa.
e.       Pemerjelas: dalam pembelajaran yang berlangsung selingi dengan pelajaran singkat yang menguatkan materi.
3.      Penutup pelajaran: penguatan
a.       Aplikasi: hadapkan maslalah atau pertannyaan pada siswa dan diminta untuk menyelesaikan masalah dan dihadapkan pada siswa.
b.      Review: minta siswa untuk mereviw untuk isi pelajaran.
BAB III
PENUTUP

            Kesimpulan






























DAFTAR PUSTAKA
http://infomediakita.blogspot.com/2012/03/makalah-metode-pembelajaran-pkn.html






[1] Moh. Murtadho,dkk. Pembelajaran PKn MI,(Surabaya;LAPIS PGMI.2009)hlm. 7-7.
[2] Ibid., hlm. 7-7                                        
[3] Martinis,Yamin. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan,(Jakarta; Gaung Persada Press.2007) hlm.153.
[4] Roetiyah. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta:Rineka Cipta.2008).Hlm.85.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar