METODE PEMBELAJARAN PKn MI
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode
pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan
digunakan oleh guru pada saat menyajikan pelajaran,baik secara individual atau
kelompok. Dengan adanya metode dalam pembelajaran ini diharapkan dapat
meringankan atau mempermudah guru dalam penyampaian materi yang akan
disampaikan. Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
ialah penggunaan metode atau model pembelajaran dalam menyampaikan materi
pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat
diinternalisasikan pada diri siswa serta mengimplementasikan hakekat pendidikan
nilai dalam kehidupan sehari-hari-belum memenuhi harapan seperti yang
diinginkan. Hal ini berkaitan dengan kritik masyarakat terhadap materi
pelajaran PKn yang tidak bermuatan nilai-nilai praktis tetapi hanya bersifat
politis.
Metode pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar
(PBM) terkesan sangat kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru
cenderung lebih dominan one way method. Guru PKn mengajar lebih banyak mengejar
target yang berorientasi pada nilai ujian akhir, di samping masih menggunakan
model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan daripada siswa,
akibatnya guru seringkali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai, sikap,
dan tindakan; sehingga mata pelajaran PKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran
pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban
tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode
Dari segi bahasa beberapa makna metode: dalam bahasa
inggris metode adalah Metod,dalam bahasa Yunani adalam Methodos, meta
yang mempunyai arti melampaui; hodos yaitu yang diartikan dengan
cara atau jalan.[1]
Sedangkan menurut istilah metode adalah cara kerja yang bersistem untuk
memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah
ditentukan.
Pengertian metode menurut beberapa ahli:
1.
Menurut Zuhairini,
metode adalah “suatu cara yang harus dilalui untuk mencapai bahan pengajaran
agar tercapai tujuan pengajaran”.
2.
Menurut Abu Ahmadi,
metode adalah “teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar agar
pelajaran itu dapat dipahami oleh siswa dengan baik dan makin efektif pula
pencapaian tujuan”.
3.
Menurut Sagala, metode
adalah cara yang digunakan guru atau siswa dalam mengolah informasi yang berupa
fakta, data dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi pada suatu
strategi.[2]
Jadi pengertian metode dari beberapa para ahli adalah
cara untuk menyampaikan materi dari guru kepada siswa untuk mencapai tujuan
pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan melalui kondisi siswa.
Dibawah ini merupakan beberapa metode yang digunakan
dalam pembelajaran PKn MI:
1. Metode ceramah (lecture)
Metode ceramah brasal dari kata lecture, memiliki arti
dosen atau metode dosen, metode ini lebih banyak dipergunakan di kalangan
dosen, karena dosen lebih menggunakan perkuliahan mimbardan disampaikan dengan
ceramah.[3] Ceramah
merupakan metode yang paling umum digunakan dalam proses pembelajaran berupa
interaksi melalui penuturan lisan dari guru kepada peserta didik. Guru
menyajikan bahan melalui penuturan atau penjelasan lisan sacara langsung pada
peserta didik mengenai sesuatu topik. Hal yang perlu diperhatikan : Guru
menjadi satu-satunya pusat perhatian karena itu sebelum berceramah perlu
koreksi diri seperti, pakaian, gerak-gerik, gaya, dan sebagainya. Jangan
melakukan gerakan-gerakan yang aneh dan mengundang keributan, Tunjukkan apa
yang ingin dicapai dari ceramah ini, mulai dari yang umum menuju ke yang
khusus, dari yang sederhana ke yang rumit, Sampaikan garis besar bahan ajar,
secara lisan ataupun yang tertulis, Hubungkan materi pelajaran dengan
pengalaman peserta didik, Berikan contoh-contoh ataupun ilustrasi yang mudah
dipahami peserta didik mengenai hal yang sulit, Sesekali perlu humor, Arahkan
perhatian pada seluruh peserta didik, Suara bervariasi dengan penekanan-
penekanan pada tempatnya dan hindari monotonus.
2. Metode Tanya Jawab
Tanya jawab dapat bersifat timbal-balik (dari guru
ataupun peserta didik) demi pencapaian tujuan pembelajaran. Pertanyaan dari
guru disesuaikan dengan kemampuan peserta didik demi pencapaian tujuan
pembelajaran. Metode pembelajaran ini tujuan utamanya melatih peserta didik
untuk mendengarkan dengan baik, menangkap dan merespon persoalan dengan tepat (belajar berpikir). Jenis pertanyaan :
tingkat sedernana dan kompleks (higher order questioning). Kriteria pertanyaan:
Ringkas dan jelas sesuai dengan kemampuan berpikir peserta didik Memberi acuan,
yaitu uraian singkat tentang apa yang ditanyakan disusul dengan pertanyaannya
Menggiring dan memusatkan jawaban pada jawaban yang benar (metode Socratis).
3. Metode Demonstrasi
Metode ini termasuk metode yang paling sederhana
dibanding dengan metode lainnya. Guru mendemonstrasikan/ memperlihatkan suatu
proses, peristiwa, cara kerja suatu alat dan lain-lain kepada peserta didik.
Agar efektif perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut : Buat
perencanan yang matang sebelum pembelajaran dimulai, utamanya persiapkan
fasilitas yang akan digunakan, Rumuskan tujuan pembelajaran dan pilihlah materi
yang tepat untuk didemonstrasikan, Tetapkan apakah demonstrasi yang dimaksud
akan dilakukan oleh guru ataukah oleh peserta didik, ataukah oleh guru kemudian
diikuti peserta didik, Buat garis besar langkah-langkah demonstrasi, Ciptakan
suasana yang tenang dan menarik, Upayakan partisipasi aktif dari se!uruh
peserta didik, Lakukan evaluasi tentang efektifitas proses dan hasilnya, Untuk
mengetahui hasilnya berikan tugas pada peserta didik.
4. Metode Penemuan (discovery/inquiry) atau Pemecahan Masalah
Discovery ; menemukan jawaban berdasar acuan yang
telah ada. Inquiry ; penemuan sesuatu secara orisinil dan mandiri ( tanpa
mengikuti acuan yang ada). Dalam metode ini dikenal dengan apa yang disebut
five steps of thinking (John Dewey): Metode ini juga sering disebut metode
pemecahan masalah, intinya : Merumuskan masalah, Menemukan beberapa alternatif
pemecahan, Memilih alternatif yang terbaik, Mencoba memecahkon masalah dengan
alternatif pilihan, Mengevaluasi hasilnya dan melakukan balikan,
5. Metode Karya Wisata
Metode karya wisata adalah cara mengajar yang
dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar
sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Intinya : Merancang sebuah perjalanan wisata,
Mengidentifikasi dan menetapkan obyek observasi, Menetapkan rancangan
observasi, Mencatat/membuat rekaman proses dan hasil observasi, Melaporkan dan
mendiskusikan hasil observasi (di kelas), Membuat kesimpulan. Dengan karya
wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang
dilihat, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang, serta bertanya
jawab.[4]
6. Metode Pemberian Tugas
Metode ini merupakan cara penyajian materi pelajaran
dengan jalan guru memberikan tugas kepada pebelaiar secara individual ataupun
kelompok untuk dikerjakan dikelas ataupun di rumah. Hasilnya dikoreksi oleh
guru ataupun oleh peserta didik bersama sama dikelas. Yang perlu diperhatikan :
Tugas direncanakan secara jelas dan sistematis
terutama tujuannya dan cara mengerjakannya, Hal tersebut perlu dikomunikasikan
kepada peserta didik sehingga mereka menerima dengan baik, Untuk jenis tugas
kelompok diupayakan agar onggota kelompok terlibat secara aktif dalam
penyelesaian tugas terutama Jika tugas harus dikerjakan di luar kelas), Guru
perlu mengontrol proses penyelesaian tugas, utamanya jika di dalam kelas guru
berkeliling memberi bimbingan dan motivasi, Hasil di evaluasi dengan
memperhatikan bukan saja hasiInya melainkan juga prosesnya.
7. Metode Diskusi
Diskusi diartikan sebagai percakapan resiprokal
(pertanyaan dan jawaban timbal balik) seputar permasalahan yang ingin
dipecahkan. Hal yang perlu diperhatikan: Rumuskan tujuan dan masalah yang
dijadikan topik diskusi (sesuai dengan materi kurikulum), Siapkan prasarana dan
sarana yang diperlukan untuk diskusi, Tetapkanlah peran peserta didik dalam
diskusi sesuai dengan jenis diskusi yang akan dilakukan, Berikan pengarahan
kepada peserta didik secukupnya agar mereka melibatkan diri secara aktif dalam
kegiatan diskusi, Ciptakan suasana vang kondusif sehingga peserta didik
terdorong mengemukakan pendapat secara bebas terarah pada pemecahan masalah,
Berikan kesempatan secara merata kepada peserta didik agar diskusi tidak
didominasi oleh beberapa orang saja, Penyelenggaraan diskusi sesuaikan dengan
waktu yang disediakan Guru seyogyanya berperan sebagai pembimbing, fasilitator,
motifator dan evaluator terhadap jalannya diskusi, Diskusi diakhiri dengan
penarikan kesimpulan dari apa yang dibicarakan, sesuai dengan topik. Seyogyanya
oleh peserta didik dibawah bimbingan guru.
8. Metode Sosio Drama
Inti Sosio drama atau role playing adalah
mempertunjukkan atau mempertontonkan peristiwa sosial. Peserta didik mendapat
tugas dari guru untuk mendramatisasikan suatu situasi sosial yang mengandung
masalah dan cara pemecahannya. Manfaat metode sosio drama: Peserta didik
belajar mengingat, memi dan menghayati bahan yang akan didramatisasikan dalam
kontek keseluruhan cerita sebagai kebulatan, Peserta didik terlatih
berinisiatif dan berkreasi serta mendramatisasikan dalam pentas sesuai dengan
waktu yang tersedia, Terbina bahasa yang baik, spontan dan komunikatif, Bakat
yang terpendam dapat dipupuk dan diaktualisasikan serta terbuka
kemungkinan bagi pengembangannya dikemudian hari
melalui kegiatan ekstrakulikuler yang kemungkinan besar bisa menjadi bekal
kerja Kelemahan metode sosio drama: tidak semua peserta didik memperoleh
kesempatan, banyak memakan waktu, tidak semua guru sanggup melaksanakan.
9. Metode kerja kelompok Konsep dasar :
Manusia adalah makhluk sosial disamping sebagai
individu. Kemampuan hidup berkelompok dengan modal sosialitas perlu
dikembangkan. Metode ini merupakan salah satu model pembelajaran untuk memupuk
kembangkan hasrat sosial/kemampuan hidup bermasyarakat. Belajar dengan model
ini dapat mengembangkan kebutuhan tersebut. Wujudnya bisa kelas sebagai
kelompok ataupun kelas dibagi atas beberapa kelompok. Manfaatnya metode kerja
kelompok: membiasakan peserta didik bekerjasama, mengembangkan sikap musyawarah
dan tanggung jawab bersama secara kolektif, menanamkan kesadaran tanggung jawab
diri sesuai dengan status, mengembangkan jiwa kompetitif yang sehat dan
semangat belajar, mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kelemahan metode kerja
kelompok: membentuk kelompok yang baik tidak mudah, baik kelompok homogen
maupun yang heterogen. Guru harus memiliki data yang cukup tentang sifat
peserta didik, pemimpin kelompok terkadang sulit mengendalikan kemauan anggota.
10. Metode Latihan
Pendekatan ini yang intinya adalah drill atau training
sangat cocok untuk menanamkan kebiasan-kebiasan tertentu (habit training)
seperti ketangkasan, ketepatan, keterampilan dan lain-lain dari apa yang telah
dipelajari. Manfaat metode latihan: Kebiasaan yang dilatih dengan metode ini
akan meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelaksanaan sesuatu (otomatisme),
yang hal ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Kelemahan metode
latihan: kebiasaan yang otomatis dapat menghambat perkembangan inisiatif karena
peserta didik banyak dibiasakan kepada konformitas dan uniformitas, menimbulkan
kebosanan karena sifatnya yang monoton, membentuk kebiasaan yang kaku karena
mereka terbiasa memberikan respon secara otomatis tanpa berfikir. Cara
mengatasi: obyek latihan dibatasi pada hal-hal yang bersifat otomatis, latihan
harus didudukkan dalam konteks dan makna yang luas obyek latihan dipilih yang
menarik, Jenis latihan disesuaikan dengan interest individual.
11. Metode Bercerita
Kegiatan mendongeng atau bercerita ini dapat guru
gunakan dalam menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan. Metode bercerita
ini dapat menarik minat belajar siswa. Selain itu memiliki tujuan yang luhur
karena bermuatan pesan moral yang baik dan sangat berarti bagi perkembangan
jiwa anak. Mendongeng pun menjadi cara termudah mengajari sesuatu kepada anak
anak tanpa kesan menggurui. Dengan kata lain tujuan utama mendongeng adalah
memperkaya pengalaman batin anak dan mengajarkan ilmu pengetahuan dan
pendidikan dengan cara yang paling sederhana dan menarik .Menciptakan
pembelajaran PKn yang menyenangkan dengan metode bercerita, menjadi salah satu
teknik pembelajaran yang berguna dalam membangun karakter dan kepribadian
siswa. Dalam kegiatan ini, guru harus pandai memilih cerita yang sesuai dengan perkembangan
anak, pun diselaraskan dengan tujuan pembelajaran atau Kompetensi Dasar yang
sedang ditanamkan . Ajaklah anak-anak duduk melingkar di atas karpet.
Perlihatkan buku yang akan dibacakan. Kondisikan siswa agar fokus pada cerita
yang akan disampaikan . Selain mengambil kisah-kisah dari buku cerita yang
sudah ada, guru dapat pula menciptakan sebuah cerita dengan melibatkan anak
dalam alur cerita. Setelah selesai bercerita, guru dapat mengajukan pertanyaan
baik lisan maupun tertulis sesuai dengan isi cerita yang telah didengarkan.
Selain berguna untuk mengukur sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita, juga
sebagai alat penilaian di akhir pembelajaran.
B. Fakor-Fakor yang mempengauhi Pemilihan Metode
1. Anak Didik
Anak didik adalah
manusia berpotensi yang meghajatkan, pendidikan.di sekolah gurulah yang
berkewajiban uuntuk mendidiknya. Di ruang kelas guru akan berhadapan dengan
sejumlah anak didik dengan latar belakang kehidupan yan berlainan. Status
social mereka juga bermacam-macam, selain itu jika dilihat dari aspek biologis,
intelektual, dan psikologis setiap anak didik mempunyai perbedaan antara yang
satu dengan yang lainnya, misalnya dari aspek psikologis, di sebuah kelas pasti
akan ditemukan anak yang pendiam, kreatif, kurang suka berbicara, ada yang
tertutup (introvert), ada yang terbuka (ekstrovet), ada yan pemurung,
periang,dll. Dari perbedaan beberapa aspek tersebut diatas mempengaruhi
pemilihan dan penentuan metode yang digunakan guru dalam Kegiatan Belajar
Mengajar demi tercapainnya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan secara
optimal. 2. Tujuan Tujuan adalah sarana yang dituju dari setiap kegiatan
belajar mengajar, tujuan dalam pendidikan dan pengajaran mempunyai jenis dan
fungsi yang bermacam- macam, seperti tujuan instruksional atau tujuan
pembalajaran, tujuan kurikuler atau tujuan kurikulum dll. Oleh karena itu
pemilihan metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan yang sudah
dirumuskan. 3. Situasi Situasi yang diciptakan oleh guru ketika kegiatan
belajar mengajar tidak selamanya sama dari hari ke hari, adakalanya di dalam
kelas,adakalnya di alam terbuka. Oleh karena itu mrtode yang digunakan harus
disesuaikan dengan situasi yang akan diciptakan. 4. Fasilitas Fasilitas adalah
kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah, oleh karena itu
lengkap tidaknya fasilitasakan mempengaruhi pemilihan metode mengajar. 5. Guru
Setiap guru mempunyai kpribadian yang berbeda, dan latar belakang pendidikan
serta pengalaman mengajar yang tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya.
Dari permasalahan intrern guru tersebutdpat mempengaruhi pemilihan dan
penentuan metode mengajar.
C. Beberapa Metode Yang Dapat Mengaktifkan Peserta Didik
Salah satu ciri dari PAKEM adalah siswa terlibat aktif dalam belajar,
adapun beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKn MI yang
dapat mengaktifkan peserta didik adalah:
1. Think, Pair, Share: ajukan permasalahan
pada peserta didik. Berikan kesempatan 2-5 menit untuk berfikir sendiri
(think). Setelah selesai mintalah mereka mendiskusikan masalah yang sama dengan
peserta didik disebelahnya selama 3-5 menit (pair). Akhirnya pilihlah satu
pasangan untuk mengemukakan pendapat mereka di depan kelas (share).
2. Kelompok belajar kolaboratif: peserta didik dibentuk dalam kelompok heterogen 3-6 orang. Mintalah salah
satu peserta didik menjadi pemimpinnya dan satu yang lain menjadi pencatat.
Berikan kesempatan pada peserta didik untuk belajar secara berkolaborasi. Hasil
kelompok berupa laporan tertulis.
3. Review bahan: pada seluruh waktu
yang tersedia peserta didik diminta untuk bekerja dalam kelompok mereview bahan
dengan cara setiap orang mengajukan hal-hal yang belum dipahami dan
mendiskusikannya dalam kelompok. Pada separuh waktu berikutnya
kelompok-kelompok mengajukan permasalahan dan membantu kelompok yang lain.
4. Pesta pertannyaan: peserta didik diminta
membaca topik atau materi tertentu masing-masing peserta didik menyiapkan
beberapa pertanyaan penting beserta kemungkinan jawabannya. Secara bergiliran
peserta didik menyampaikan pertanyaan dibahas bersama temannya serta dikuatkan
oleh dosen.
5. Analisis studi kasus: kepada peserta didik
diberikan kasus yang harus dipecahkan baik secara individual maupun secara
berkelompok berdasarkan fakta atau konsep yang telah dipelajarai dikelas.
6. Mengevalusi hasil kerja teman: dapat dilakukan setelah mengembangkan suatu produk. Umumnya peserta didik
menggunakan rubrik untuk mengevaluasi hasil kerja temannya.
7. Bermain peran: masing-masing
kelompok diminta merancang permainan peran berdasarkan konsep yang sedang
dipelajari. Kelompok yang satu menanggapi hasil permainan peran kelompok lain.
8. Membangun model: sama dengan bermain
peran masing-masing kelompok diminta untuk mengambangkan model berdasarkan
konsep yang dipelajarai. Masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk
mempresentasikan hasil dan ditanggapi kelompok lainnya.
D. Macam-Macam Metode Untuk Mengetahui Penguasaan Peserta Didik Terhadap
Konsep Yang Telah Dipelajari.
Beberapa macam metode untuk mengetahui penguasaan
peserta didik terhadap konsep snagatlah penting karena akan mempermudah guru
dalam menyampaikan materi pembelajaran dam pembelajaran tersebut akan tercapai
tujuannya secara efektif dan efisien.
1. Mengembangkan peta konsep: secara individual ataupun kelompok peserta didik
diminta untuk mengembangkan peta konsep yang merupakan representasi gagasan,
model, konsep atau hubungan antar konsep. Peserta didik membuat bulatan-bulatan
yang didalamnya terdapat konsep dan garis yang menghubungkan antara bulatan
yang satu dengan yang lainnya.
2. One minute paper: kegiatan ini dapat
dilakukan di ahir pembelajaran. Mintalah peserta didik mengeluarkan secarik
kertas. Ajukan sebuah pertanyaan terbuka atau tertutup terkait konsep yang
telah dipelajari. Berikan waktu stu atau dua menit bagi siswa untuk
menjawabnya.
3. Yang jelas dan yang masih ragu: hampir mirip dengan one minute paper,
mintalah peserta didik menuliskan hal-hal yang telah jelasdan yang masih
meragukan atau bahkan yang mereka belum paham sama sekali. Hal ini sangat
penting untuk mereview konsep pada pertemuan berikutnya.
4. Refleksi : mintalah satu atau dua peserta didik maju didepan kelas dan
menceritakan kesan terhadap pembelajaran. Refleksi juga dapat memancing
perasaan dan kesulitan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
5. Quis: guru mengajukan beberapa masalah atau soal terkait konsep dan meminta
peserta didik menjawabnya. Quis dapat dilakukan dengan menyertakan nama peserta
didik maupun tidak mencantumkan nama.
6. Simulasi atau latihan praktek: setelah peserta didik belajar tentang
keterampilan motorik tertent, secara acak peserta didik diminta untuk mempraktekkan
keterampilan yang telah dipelajari didepan kelas.
7. Turnamen: secara berkelompok peserta didik berkompetensi untuk
menyelesaikan masalah yang terkait dengan konsep yang telah dipelajari.
Kelompok peserta didik yang menenangkan turnamen mendapatkan reward tertentu.
E. Macam-Macam Metode Setelah Menerima Penjelasan Dari Guru
Jadi setelah siswa menerima materi pembelajaran dari guru dengan berbagai
penggunakan metode maka guru akan lebih baik mengadakan penekanan kepada siswa
untuk memastikan pembelajaran dapat diterima oleh siswa.
1. Jeda klarifikasi: kegiatan ini dimaksudkan agar peserta didik mendengar
dengan aktif. Guru memberikan jeda diantara penjelasannya agar peserta didik
mengklarifikasi.
2. Berbagi catatan: setelah serangkaian kegiatan peserta didik membandingkan
hasil catatannya dengan catatan teman.
3. Tanya jawab: hampir mirip dengan jeda klarifikasi namun tanya jawab
dilakukan setelah penjelasan benar-benar tuntas. Peserta didik diberikan
kesempatan untuk bertanya terkait dengan konsep dan aplikasinya. Jika tidak ada
pertannyaan dari peserta didik, guru dapat memancing dengan bertanya pada
peserta didik. Perlu diingat bahwa mengajukan pertanyaan bukanlah hal yang
mudah bagi peserta didik. Oelh karena itu perlu diberikan alokasi waktu bagi
peserta didik untuk berpikir.
4. Merespon demonstrasi: setelah peserta didikdiajak mengamati kejadian
tertentu, mereka diminta untuk membeuat sebuah paragraf tentang kesan peserta
didik terhadap demonstrasi tersebut. peserta didik dengan kalimat. “setelah
mencermati demonstrasi saya...”
F. Cara Untuk Meningkatkan Pembelajaran
Dalam pembelajaran seorang guru dituntut untuk membuat siswa menjadi aktif
dan tidak pasif, oleh karna itu banyak guru yang harus memilih denagn tepat.
1. Membuka pelajaran dengan membangun ketertarikan
a. Cerita atau visualisasi yang menarik. Guru menyediakan cerita fiksi,
gambar, grafik dan lain-lain.
b. Permasalahan: guru mengajukan permasalahan yang terkait dengan pelajaran
yang akan disampaikan.
c. Pertanyaan: guru mengajukan pertannyaan kepada siswa sehingga siswa
termotivasi alam mengikuti pelajaran.
2. Kegiatan inti: mengoptimalkan pemahaman dan penyaerapan
a. Headline: guru memulai pelajaran dengan kata-kata kunci agar siswa dapat
mengingat.
b. Contoh dan analogi: guru menyediakan contoh analogi dan ilustrasi dalam
kehidupan sehari-hari yang terkait dengan pengalaman siswa terhadap
materipelajaran.
c. Alat peraga: guru menggunakan alat peraga dalam menyampaikan materi.
d. Menantang: hentikan pelajaran secara periodik dan ajukan pertanyyan pada
siswa.
e. Pemerjelas: dalam pembelajaran yang berlangsung selingi dengan pelajaran
singkat yang menguatkan materi.
3. Penutup pelajaran: penguatan
a. Aplikasi: hadapkan maslalah atau pertannyaan pada siswa dan diminta untuk
menyelesaikan masalah dan dihadapkan pada siswa.
b. Review: minta siswa untuk mereviw untuk isi pelajaran.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR
PUSTAKA
http://infomediakita.blogspot.com/2012/03/makalah-metode-pembelajaran-pkn.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar