Selasa, 18 November 2014

KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)



KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim
Dengan memanjatkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang telah mencurahkan berkat dan rahmat-nya, sehingga makalah ini dapat diselesaikan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pembahasan materi dari makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis menyadari pula sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini,sungguh banyak kendala yang dihadapi, namun berkat pertolongan  Allah SWT yang telah memberikan kemudahan-kemudahan melalui bantuan buku-buku bacaan dan pelajaran, sehingga pada akhirnya dapat juga diselesaikan.
Pada penulisan makalah ini sebagian besar materinya dihimpun dari beberapa literatur dan sumber buku-buku pelajaran dan bacaan yang yang menyangkut dalam materi ini. Tentu saja materi ini sangat penting untuk mengikuti materi perkuliahan dan pembelajaran di STIA Alma Ata.
Akhirul kalam, penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi penulis dan para pembaca, serta diridhai Allah SWT, amin.




Yogyakarta, 20 Oktober 2014

Penyusun,



DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................................          
Daftar Isi .................................................................................................................................     
Bab I       Pendahuluan ................................................................................................     
                A. Latar Belakang .......................................................................................     
                B. Rumusan Masalah ..................................................................................     
                C. Tujuan…………………………………………………………………...   
Bab II      Pembahasan .................................................................................................     
A.    Kelipatan Suatu Bilangan………………………………..........................    
B.     Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan……………………........................   
C.     Kelipatan Persekutuan Terkecil............................................................
Bab III    Penutup .......................................................................................................     
A.  Kesimpulan .............................................................................................          
Daftar Pustaka..........................................................................................................................












BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kelipatan persekutuan terkecil atau lebih sering disebut KPK, dalam pembelajaran KPK akan membahas tentang kelipatan suatu bilangan, kelipatan persekutuan dari dua bilangan, kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan serta penggunaan KPK untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Untuk mudah mempelajari KPK diperlukan dasar tentang bilangan prima, bilangan komposit.
Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahuan merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan berfikir setiap orang. Oleh karena itu, kesadaran untuk mampu mengetahui dan memahami matematika bagi siswa sangat diharapkan sudah tumbuh sejak usia dini. Membentuk pemahaman yang utuh pada anak dalam pelajaran matematika diperlukan kecintaan terlebih dahulu terhadap matematika, sehingga seorang pendidik hendaknya mampu menciptakan “Fun Learning” di dalam kelas. Fun learning pada matematika dapat tercipta apabila seorang guru mampu mengajarkan konsep matematika menggunakan metode dan teknik-teknik yang bervariatif sehingga tidak monoton dan membosankan bagi anak didik. Dengan begitu anak didik akan dengan mudah menghafal rumus dan mengerjakan latihan agar lebih memahami setiap materi.
B.     Rumusan Masalah
a.       Apa pengertian kelipatan suatu bilangan?
b.      Bagaimana cara menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan?
c.       Bagaimana cara mencari KPK dari dua bilangan atau lebih?
C.     Tujuan
a.       Menambah referensi mahasiswa untuk materi kelipatan persekutuan terkecil (KPK).
b.      Untuk memperkuat pemahaman dan melatih keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang terkait dengan kelipatan persekutuan terkecil (KPK).






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kelipatan Suatu Bilangan
Kelipatan suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan itu dengan bilangan asli.[1]
Untuk KPK diperlukan dua bilangan atau lebih, selanjutnya diantara kelipatan tersebut terdapat kelipatan terkecil yang disebut kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Untuk memahami konsep suatu bilangan, perhatikan ilustrasi pada garis bilangan di bawah ini.
 

-1         0          1          2          3          4          5          6          7          8          9          10        11    12
Bila kita melompat tiga-tiga sebanyak empat kali dari 0, maka akan sampai ke 12. Hal ini dapat dinyatakan dengan 12= 4x3. Oleh karena itu, 12 merupakan kelipatan dari 3.
Demikian juga, dari 0 dapt dilakukan lompatan tiga-tiga sebanyak 5 kali untuk sampai ke 15. Jadi, 15 dapat dituliskan menjadi 15= 5x3, yang berarti 15 merupakan kelipatan 3. Enam juga merupakan kelipatan 3 sebab dari 0 dapat dilakukan lompatan tiga-tiga sebanyak 2 kali untuk sampai ke 6, yang berarti 6= 2x3. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa kelipatan dari 3 tidak tunggal, melainkan sangat banyak dan tak terbatas.
Sifat Dasar Perkalian
Setiap bilangan komposit dapat difaktorkan secara tunggal kedalam suatu hasil kali bilangan-bilangan prima.
Sifat ini metepkan bahwa jika X sebarang bilangan komposit, maka X dapat ditulis menjadi X=P1 P2 P3 ...Pn dengan P1 bilangan prima.
Contoh 1:
Carilah faktor prima dari 450
Jawaban:
450 dapat dinyatakan sebagai hasil kali bilangan prima dari 2,3, dan 5. Dengan demikian 450 dapat dinyatakan sebagai 450= 2.3.3.5.5
Definisi bialngan asli c disebut kelipatan dari bilangan asli a, jika a membagi habis c.
Contoh 2:
12 adalah kelipatan 3 sebab 12:3= 4 (jadi 12 habis dibagi 3)
18 adalah kelipatan dari 9 sebab 18:9=2 (jadi 18 habis dibagi 9).
Konsep habis dibagi dalam konteks ini dapatdijelaskan sebagai berikut. Suatu bilangan habis dibagi dengan bilangan lain, jika hasil baginya adalah bilangan asli dan sisanya nol, seperti 12: 6= 2. Hal ini berarti 12 habis dibagi oleh 6 atau 6 merupakan pembagi 12. Sebaliknya, jika akan dicari kelipatan suatu bilangan maka cukup mengalikan bilangan tersebut dengan suatu bilangan asli. Misalnya kelipatan 7 diantaranya 14 karena 14 = 7x2 atau 21 karena 21=7x3 atau 28 karena 28= 7x4 dan sebagainya. Jadi 14,21,28 adalah kelipatan 7.
B.     Kelipatan Persekutuan dari Dua Bilangan
Kelipatan persekutuan dari dua bilangan adalah kelipatan dari dua bilangan tersebut yang bernilai sama.[2]
untuk menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan, langkah yang dapat dilakukan adalah:
a.       Menentukan kelipatan bilangan yang pertama secara berurutan mulai dari kulipatan yang paling kecil ke kelipatan yang lebih besar.
b.      Menentukan kelipatan bilangan kedua juga secara berurutan dan mulai dari yang paling kecil ke kelipatan yang lebih besar.
c.       Pilih bilangan yang sama dari dua kelompok kelipatan tadi dan urutkan dari yang paling kecil ke kelipatan yang lebih besar.
Contoh: Tentukan KPK dari 3 dan 4
Jawaban
Kelipatan 3 adalah, 3 ,6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27,30, 33, 36
Kelipatan 4 adalah, 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36,…
Jadi KPK dari 3 dan 4 adalah 12, 24, 36...
Setelah melakukan hal serupa untuk beberapa pasang bilangan, dapat diamati pola urutan bilangan kelipatan persekutuan yang didapat sehingga dapat melakukan urutan berikutnya. Sebagai contoh, dari pola kelipatan persekutuan bilangan 3 dan 4 yang didapat diatas, yaitu 12, 24, 36,... kita dapat menentukan bilangan berikutnya dengan menambah 12. Mengapa? Dengan demikian, urutan berikutnya adalah 48, 60, dan seterusnya bertambah 12.
Contoh 2:
Tentukan kelipatan persekutuan dari 3 dan 5 sebanyak 5 buah!
Jawaban:
Kelipatan dari 3 adalah: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30,...
Kelipatan dari 5 dalah: 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35,....
Jadi kelipatan 3 dan 5 adalah 15, 30,...
Karena pada mulanya sudah didapat kelipatan persekutuannya adalah 15 dan 30, sedangkan yang diminta sebanyak 5 buah maka tinggal melengkapinya dengan memperhatikan selisih dua bilangan yang didapat itu. Dalam hal ini selisihnya adalah 15, sehingga 3 bilangan sisanya adalah 45, 60, dan 75. Langkah serupa dapat dilakukan jika diminta untuk menentukan kelipatan persekutuan dari tiga bilangan atau lebih.
C.    Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
Dari contoh di atas, terlihat bahwa kelipatan persekutuan dari dua bilangan dapat membesar tanpa batas, namun dua bilangan tersebut mempunyai kelipatan persekutuan yang paling kecil. Bilangan terkecil yang merupakan kelipatan dari dua bilangan itu disebut kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Kelipatan persekutuan terkecil dari dua bilangan dapat didefinisikan sebagai berikut.
Definisi
Bilangan bulat positif m adalah kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dua bilangan positif p dan q jika dan hanya jika m adalah bilangan bulat positif terkecil yang dapat dibagi oleh p dan q.
Contoh
Tentukan KPK dari 6 dan 8
Jawaban
Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24,.....
Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24,....
Jadi KPK dari 6 dan 8 adalah 24
Bilangan 24 adalah bilangan terkecil yang habis dibagi oleh bilangan 6 dan 8
Berdasarkan contoh diatas kita dapat mencari KPK dari dua bilangan bahkan lebih, dengan cara sebagai berikut;
a)      Tentukan kelipatan dari masing-masing bilangan yang akan kita cari KPK nya.
b)      Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan-bilangan itu.
c)      Tentukan bilangan terkecil dari kelipatan persekutuan tadi. Bilangan ini merupakan KPK dari bilangan-bilangan tersebut.
Teknik lain untuk menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih adalah dengan faktoriasi prima atau pohon faktor. Faktorisasi prima yang dimaksud disini adalah perkalian antar bilangan prima.
Untuk menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih dapat dilakukan dengan cara berikut.
a)      Faktorkan bilangan-bilangan yang akan dicari KPK nya dalam faktor prima.
b)      Ambil semua faktor yang ada.
c)      Jika ada faktor yang sama dan faktor tersebut memiliki pangkat yang berbeda, maka ambil faktor yang memiliki pangkat terbesar.

Contoh 1 : Tentukan KPK dari 42 dan 18

Jawaban :       
42 = 2 X 3 X 7
18 = 2 X 32
Jadi, KPK  dari 42 dan 18 adalah 2 X 32 X 7 = 126

Contoh 2 :
Tentukan KPK dari 45, 75 dan 120

Jawaban :
45 = 32 X 5
75 = 3 x 52
120 = 23 X 3 X 5
Jadi, KPK dari 45, 75 dan 120 adalah 23 X 32 X 52 = 1.800
Kelipatan persekutuan terkecil dari 3 atau lebih bilangan bulat positif dapat ditemukan dengan terlebih dahulu mencari kelipatan persekutuan terkecil dari bilangan-bilangan itu, sepasang demi sepasang. Misalnya akan dicari KPK dari bilangan p, q, r, s maka perlu dicari terlebih dahulu KPK dari bilangan p dan q serta KPK dari bilangan r dan s. Bila KPK (p,q) = m1 dan KPK (r,s) = m2 maka KPK (p,q,r,s) = KPK (m1, m2).
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan atau lebih adalah hasil kali semua faktor-faktor prima pada kedua bilangan, jika ada faktor yang sama pilih faktor dengan pangkat tinggi. Teknik lain untuk menentukan KPK dari dua bilangan atau lebih adalah dengan faktorisasi prima.

Salah satu cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan KPK pasangan bilangan bulat positif adalah dengan menentukan terlebih dahulu FPB pasangan bilangan tersebut. Setelah itu, KPK ditentukan dengan cara membagi hasil kali pasangan bilangan tersebut dengan FPB nya.
Rumus :
KPK ( p , q ) =               p X q
                        FPB (p, q)
Contoh :
Tentukan KPK dari 146 dan 124

Jawaban:
KPK 146 , 124 =     146 x 124=   18.104   = 9.052
                        FPB ( 146, 124)          2

Penggunaan KPK sering dijumpai dalam menyelesaikan soal-soal cerita. Soal-soal cerita yang berkaitan dengan KPK dapat berbentuk seperti contoh dibawah ini.

Contoh :
Tiga orang mahasiswa PGMI bernama Eka Cantik, Marlina Imut dan Neni Cute diberi tugas matematika oleh Ibu Dian. Eka Cantik bertugas tiap  3 hari sekali ; Marlina Imut tiap 4 hari sekali, Neni Cute tiap 6 hari sekali. Saat pertama kali Ibu Dian memanggil dan memberi tugas, mereka mengerjakan bersama-sama pada tanggal 17 Sepember 2014. Pada tanggal berapa mereka mengerjakan secara bersama-sama lagi untuk kedua kalinya?

            Jawaban :
            Dalam menjawab soal diatas, kita dapat menerapkan prinsip KPK dari 3, 4, dan 6
            Tugas Eka Cantik        : 3 =3
            Tugas Marlina Imut     : 4 = 22
            Tugas Neni Cute         : 6 = 2 X 3
Jadi, KPK dari 3 , 4, dan 6 adalah 22 X 3 = 12. Hal ini berarti ketiga mahasiswa tersebut akan mengerjakan tugas bersama selama 12 hari.  Berarti mereka akan mengerjakan tugas bersama pada tanggal 29 September 2014.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kelipatan suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan itu dengan bilangan asli.
untuk menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan, langkah yang dapat dilakukan adalah:
a.       Menentukan kelipatan bilangan yang pertama secara berurutan mulai dari kulipatan yang paling kecil ke kelipatan yang lebih besar.
b.      Menentukan kelipatan bilangan kedua juga secara berurutan dan mulai dari yang paling kecil ke kelipatan yang lebih besar.
c.       Piih bilangan yang sama dari dua kelompok kelipatan tadi dan urutkan dari yang paling kecil ke kelipatan yang lebih besar.
kita dapat mencari KPK dari dua bilangan bahkan lebih, dengan cara sebagai berikut;
a)      Tentukan kelipatan dari masing-masing bilangan yang akan kita cari KPK nya.
b)      Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan-bilangan itu.
c)      Tentukan bilangan terkecil dari kelipatan persekutuan tadi. Bilangan ini merupakan KPK dari bilangan-bilangan tersebut.












DAFTAR PUSTAKA
Widayanti, Esti Yuli dkk.Pembelajaran Matematika MI (edisi pertama).
Kusaeri. Matematika 2 (edisi pertma).(Surabaya: LAPIS-PGMI,2009). Amanah Pustaka
http://yos3prens.wordpress.com/2013/06/10/kelipatan-kelipatan-persekutuan-dan-kpk/ di ambil 27 oktober 2014 jam 11:21
http://ssarod.blogspot.com/ diambil 27 oktober 2014 jam 12:17



[1] http://yos3prens.wordpress.com/2013/06/10/kelipatan-kelipatan-persekutuan-dan-kpk/ di ambil 27 oktober 2014 jam 11:21
[2] http://ssarod.blogspot.com/ diambil 27 oktober 2014 jam 12:17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar